SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Semarang (USM), belum lama ini menggelar pergelaran budaya Cultour Fest, dengan tema ‘Mengangkat Kearifan Lokal, Meneguhkan Pariwisata’, di Auditorium Ir Widjatmoko kampus setempat.
Ketua Pelaksana Cultour Fest, Riza Dewi Nurfitriani mengatakan, kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai media promosi Prodi Pariwisata USM kepada masyarakat luas.
Cultour Fest merupakan kegiatan akademik, yang diikuti mahasiswa Prodi Pariwisata USM, sebagai bagian dari pemenuhan tugas akhir perkuliahan.
BACA JUGA: Fakultas Psikologi USM Gelar Psikoedukasi ‘Mindful Parenting’
”Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk mampu merancang, mengelola, dan mempromosikan sebuah event pariwisata berbasis budaya, secara profesional,” katanya.
Dia menambahkan, beragam pertunjukan seni budaya Jawa ditampilkan dalam Cultour Fest, di antaranya Tari Jathilan, Tari Sri Golek Penganti, Karawitan dan Panembrama, serta pementasan Ketoprak dengan lakon ‘Rara Mendut’.
Rangkaian kegiatan itu juga mencerminkan kekayaan seni tradisi Jawa, yang sarat akan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Adapun tujuannya, untuk melestarikan budaya, dan sebagai sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa, serta sebagai wadah promosi Prodi Pariwisata.
BACA JUGA: Tiga Atlet USM Raih Emas di Kodim Klaten Sport Fest 2025
”Cultour Fest menjadi wadah bagi kami, untuk mengaplikasikan ilmu pariwisata secara langsung, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat dan generasi muda, serta memperkenalkan Prodi Pariwisata secara lebih luas,” ujarnya.
Dosen pembimbing kegiatan, Heri Purnomo menuturkan, Cultour Fest merupakan bentuk integrasi antara akademik dan praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana budaya lokal dapat dikemas menjadi daya tarik pariwisata, yang bernilai dan berkelanjutan.
”Kegiatan itu juga sebagai salah satu upaya mempertahankan kebudayaan yang ada saat ini, dengan belajar bermain karawitan, tari serta bermain seni peran dalam pertunjukan ketoprak,” jelasnya.
Dia berharap, melalui Cultour Fest tercipta sinergi antara dunia akademik, seni budaya, dan pariwisata, dalam upaya menjaga kelestarian budaya Jawa, serta meneguhkan pariwisata Nusantara yang berkelanjutan.
Riyan













