blank
Penyerahan sertifikat Permadani kepada salah satu anggota yang baru saja di wisuda. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU-ID) – Sebanyak 200 anggota Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Wonosobo diwisuda. Wisuda Pawiyatan Panatacara tuwin Pamedhar Sabda Bregada XXII berlangsung di Sasana Adipura Kencana, setempat, Minggu (21/12/2025).

Ketua Permadani Wonosobo Dr H Akhmad Mukholis, MPd melaporkan dari jumlah tersebut 59,5 persen berusia 29-44 tahun. Mereka menjadi duta adat yang membawa filosofi Jawa ke kehidupan kontemporer masa kini.

“Inilah merupakan transformasi yang kami usung. Melestarikan bukan berarti membeku, tetapi membuat nilai-nilai Tri Karsa Budaya Permadani ndhudhuk, ndhudhah, mekar lan ngrembakakaken hidup dan relevan di tengah masyarakat modern,” paparnya.

Menurut pria bergelar S3 Pendidikan Luar Sekolah itu, tak hanya jadi peminat kalangan muda. Tahun ini juga para peserta yang diwisuda datang dari 16 ragam profesi.

“Peserta wisuda dari unsur wiraswasta 36 persen. Keanggotaan terdiri dari undur PNS, petani, hingga akademisi. Yang menarik, 50 persennya berlatar belakang pendidikan S1, bahkan ada yang bergelar S2 dan S3,” katanya.

Mereka mengikuti kurikulum holistik selama 6 bulan, lanjut pria yang juga Direktur PKBM Prospek itu, mencakup 16 mata pelajaran mulai dari Budi Pakarti, Tata Bahasa Jawa, Sekar lan Gendhing, hingga Metafisika Terapan.

Dikatakan Kholis, berkembangan Permadani Wonosobo ini karena metode pembelajaran yang menjadi kunci. Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menjalani praktik langsung (paragan siswa) dengan memimpin tujuh jenis upacara adat.

“Seperti siraman, midodareni dan panggih penganten di desa-desa se-Wonosobo. Gladhen kelompok di rumah siswa dan ujian praktik di masyarakat adalah penerapan nyata filosofi ing ngarsa sung tuladha. Mereka belajar menjadi teladan, bukan sekadar tahu teori,” jelas dia.

Perkembangan Zaman

blank
Peserta wisuda Permadani Wonosobo foto bersam usai di wisuda di Gedung Sasana Adipura Kencana setempat. Foto : SB/Muharno Zarka

Pawiyatan, beber Kholis, juga membuka diri dengan kolaborasi. Tahun ini 180 peserta dari reguler dan 20 peserta hasil dari kerja sama dengan Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo dalam program Permadani Goes to Campus berhasil.

Dijelaskan Ketua Permadani Wonosobo, adaptasi di ruang digital juga gencar dilakukan, dengan konten edukasi budaya di media sosial menjangkau ratusan ribu akun.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun, pesertanya selalu mengalami kenaikan. Alumni kita sekarang sudah ada di 1.227. Ini adalah bukti bahwa budaya Jawa adalah living knowledge yang bisa beradaptasi, dinamis, dan justru dicari untuk menguatkan karakter,” tandas Mukholis.

Hadir pada wisuda tersebut, Ketua Umum DPP Permadani, Dr Suyitno Yoga P, MPd. Dia mengapresiasi atas pelaksanaan Wisuda Permani Wonosobo yang ke-22 dan diikuti oleh sebagian generasi milenial.

“Permadani Wonosobo memberikan insprisai atas model pawiyatan dan wisuda yang bergaya modern, ini menyesuaikan zaman masa kini karena peserta wisuda sebagian besar anak-anak muda milenial,” ujarnya.

Keberadaan lulusan yang terus meningkat, lanjutnya, membuktikan bahwa Ketua Permadani Wonosobo profesional dalam mengembangkan kursus budaya Jawa dan terbuka dengan model mengikuti zaman untuk para siswa.

Pada acara wisuda tersebut, juga diberikan penghargaan kepada Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein sebagai Anggota Kehormatan Permadani, atas jasa dan peran pemerintah yang mendukung dengan kegiatan Permadani di Wonosobo.

 

Muharno Zarka