KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Sebanyak 27 orang pengemudi mobil pengantar makan bergizi gratis (MBG) mengikuti pelatihan mengemudi dan pendidikan keselamatan berlalu lintas, hari ini (Senin, 22/12/25). Pelatihan dilakukan di Mapolresta Magelang.
Peserta berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Magelang. Mereka mendapatkan materi tentang perilaku mengemudi yang baik, komunikasi di jalan raya, etika berkendara, SOP berkendara, dan penguasaan komponen kendaraan.
Pesertanya antara lain Umam Mahfuri (SPPG Sidogede, Grabag), Angger Pamungkas (SPPG) Mranggen, Srumbung, dan Suhudin (SPPG Windusari).
Bernaung di Yayasan Empat Tunas Suprapti, Cikal Pelita Bangsa, Samudera Emas Nusantara, Amal Sholeh Yamas, Laksana Harapan Bangsa, dan Yayasan Kemala Bhayangkari (Yayasan Polri).
Mereka itu melayani 14 dapur milik 6 yayasan. Akan mengantar MBG, mulai Senin 5 Januari 2026. Adapun pemberi pelatihan dari LPK Indra, Muntilan.
Kapolresta Magelang Kombes Herbin Sianipar menuturkan, yang dilakukan hari ini adalah melaksanakan kegiatan peningkatan potensi pengemudi SPPG. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerja sama dari Polresta Magelang,dengan yayasan mitra, dan instruktur dari LPK Indra, Kabupaten Magelang.
Maksud tujuannya agar memahami bahwa mengemudikan kendaraan operasional itu tentu punya tantangan tersendiri. Jadi harapannya, pengemudi selain mengerti dan memahami tentang ketertiban lalu lintas, juga harus memahami bagaimana meminimalkan risiko kecelakaan di jalan. “Tidak kalah pentingnya, bagaimana pengemudi menguasai atau memahami kondisi kendaraan,” tandasnya.
Karena, lanjutnya, tantangan dalam mengendarai mobil operasional, selain mobilitas yang tinggi, juga perlu ketepatan waktu. Juga menghadapi kondisi jalan yang beragam. Seperti di wilayah Magelang, mulai dari kondisi perkotaan yang macet sampai dengan kondisi pegunungan.
“Masing-masing pengemudi harus mengetahui seperti apa kondisi kendaraan, kondisi diri sendiri, dan juga kondisi jalan yang dilalui,” imbuhnya.
Ditambahkan, hasil kegiatan tersebut, outputnya para pengemudi akan mendapatkan sertifikat. Itu untuk menunjukkan bahwa telah layak untuk mengemudikan kendaraan SPPG.
Kapolresta berharap, ke depan pelatihan seperti itu bisa terus disinergikan, dan dikerjasamakan, sehingga seluruh pengemudi SPPG bisa diberikan pelatihan yang sama. Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam distribusi MPG di wilayah Kabupaten Magelang.
Salah satu peserta, Khaerudin, mengaku senang mendapatkan pelatihan tersebut. Materinya tentang keamanan berkendara. Juga sebelum berkendara harus mengecek komponen mobil. Dengan demikian dia tahu tentang apa yang harus dilakukan.
Eko Priyono













