blank
Petugas SAR Kota Semarag melakukan evakuasi korban bus yang terguling di simpang susun ruas Tol Krapyak Semarang, Senin dini hari. Foto: SAR Semarang

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lima belas (15) orang dikabarkan tewas dalam kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di Simpang Susun ruas tol Krapyak KM 420 A Kota Semarang, Senin 22 Desember 2025 sekitar pukul 00.30 dini hari.

Selain 15 orang meninggal juga dilaprkan 19 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, yakni sembilan orang luka berat, sembilan luka ringan, dan seorang anak balita.

Para korban luka dibawa ke RS Adhyatma MPH (RS Tugurejo) Semarang dan RS Columbia Asia. Sedangkan korban meninggal dunia dibawa ke Kamar Jenazah RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Menurut keterangan, kejadian bermula saat bus Cahaya Trans B 7201 IV jurusaN Bogor – Jakarta melaju dari arah Jakarta menuju Yogyakarta. Diduga, bus melaju dalam kecepatan tinggi dan menabrak pembatas jalan di tikungan jalur penghubung atau ramp 3 (RAM 3) Exit Toll Krapyak Semarang.

blank
Kepala Kantor SAR Semarang Budion memberikan keterangan terkait kecelakaan di ruas tol Krapyak. Foto: Tangkapan layar youtube Sindo

Tim SAR gabungan segera menuju tempat kejadian dan melakukan operasi pencarian dan pertolongan dengan penanganan khusus terhadap para korban.

Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, timnya tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.17 WIB dan segera melakukan proses evakuasi terhadap para korban.

Budiono mengatakan, Kantor SAR Semarang bersama kepolisian dan Dinas Kesehatan melakukan evakuasi untuk penyelamatan para korban. Dia menjelaskan, proses evakuasi bus bernomor polisi B 7201 IV berjalan cukup sulit karena sejumlah korban masih dalam kondisi terjepit serta akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca.

Petugas harus masuk ke dalam bus yang terguling untuk membuka akses menuju korban dan mengevakuasinya keluar dengan ekstra hati-hati. “Baru sekitar pukul 04.00 WIB, seluruh korban berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat,” ujar Budiono.

Para penumpang yang menjadi korban Sebagian besar adalah warga berbagai kota di Jateng dan DIY.

wied