blank
Pengajar bahasa, Septiana bersama para pengukir peserta kursus bahasa Inggris. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Puluhan pengukir Jepara telah mengikuti kursus Bahasa Inggris gratis yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara. Kursus ini akan diselenggarakan kontinu setiap hari Minggu jam 09.00 – 12.00 Wib.

Pelatihan bahasa Inggris yang diselengarakan di Galeri Jepara Wood Carving di Pantai Kartini pada hari Minggu 21 Desember 2025  ini menghadirkan  dua Volunteer Bahasa, Pengajar Bahasa Inggris dan Jurnalis Septiana Wibowo serta Duta Bahasa Prov. Jateng Amaliyatul Hidayah Rofiq  yang mengajar para pengukir  yang hadir pada kursus.

blank
Ketua Umum Yayasan Peluk Jepara saat membuka kursus. Foto: Dok Yayasan Peluk Jepara

Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto saat membuka kursus mengungkapkan, pelatihan bahasa Inggris ini dimaksudkan untuk memberikan bekal praktis kemampuan berkomunikasi saat mengenalkan budaya Ukir Jepara kepada para wisatawan asing.

Harapan kami pada summer season bulan April 2026 nanti para pengukir sudah bisa melayani para wisatawan yang datang ke Geleri Jepara Wood Carving dengan kemampuan bahasa yang mumpuni. “Dalam uji coba kemarin, banyak wisatawan mancanegera yang mengunjungi galeri namun kita tidak bisa berkounikasi dengan mereka,” ujar Hadi

blank
Septiana Wibowo saat menyampaikan materi bahasa Inggris. Foto: Hadepe

Menurut Hadi, kursus gratis ini terbuka bagi para perajin ukir di Jepara. “Bagi yang berminat busa menghubungi No. 085 339 492 225,” ujarnya.

Harapan kami jika para perajin ukir ini mampu berkomunikasi dengan wisatawan maka akan terbuka peluang untuk menjual produknya ke mancanegara. “Tujuan jangka panjangnya mereka meningkat kesejahteraannya dengan keterampilan Bahasa Inggris yang baik,” tutur Hadi.

blank
Peserta antusias ikuti kurus bahasa Inggris. Foto: Hadepe

Saat mengajar,  Septiana Wibowo mengajak para pengrajin untuk berani berkomunikasi dengan wisatawan asing. “ Jangan takut salah. Namun yang perlu dipahami adalah mempelajari juga budaya dan kebiasaan berkomunikasi mereka. Hargai privasi mereka seperti tidak menanyakan usia, status atau agama, namun berikan pertanyaan umum dan penjelasan seputar galeri dan budaya mengukir” ujar Septi.

blank

Buat mereka nyaman saat berkomunikasi dan selalu sampaikan sapa dan salam sebelum memulai percakapan. Sehingga harapannya para wisatawan tertarik untuk membeli produk ukir sebagai souvenir dan mengikuti kelas ukir yang di buka oleh galeri.

Hadepe