blank
Pemkab gelar pengawasan daerah kabupaten Blora tahun 2025 di Blora, Kamis 18 Desember 2025. Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Kabupaten Blora Tahun 2025 di Ballroom Azana Garden Hill Resort Blora, Kamis 18 Desember 2025.

Kegiatan Larwasda Blora Tahun 2025 ini mengusung tema ‘Sesarengan Mbangun Blora, Sinergi Pengawasan oleh APIP untuk Pembangunan Berkelanjutan’ dirangkaikan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025.

Larwasda Blora Tahun 2025 dibuka oleh Bupati Blora didampingi Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, hadir sebagai narasumber Sekretaris Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, Zainul Ulum SP, serta Korwas Bidang Program, Pelaporan, dan Pembinaan APIP BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ratna Wiji Hastuti.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Blora serta camat se-Kabupaten Blora.

Inspektur Kabupaten Blora, Irfan Agustian Iswandaru menjelaskan capaian tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Daerah Kabupaten Blora Tahun 2024.

“Dari total 101 LHP dengan 569 temuan dan rekomendasi, sebanyak 343 rekomendasi telah ditindaklanjuti dan dinyatakan selesai, sementara 266 rekomendasi masih dalam proses penyelesaian,” kata Irfan Agustian Iswandaru.

Masih kata Irfan Agustian Iswandaru, bahwa dari seluruh OPD dan kecamatan yang diperiksa, sebanyak 24 OPD dan 14 kecamatan telah menuntaskan tindak lanjut pemeriksaan 100 persen, sedangkan 3 OPD dan 2 kecamatan masih dalam proses penyelesaian tindak lanjut.

“Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja perangkat daerah, Inspektorat Daerah Kabupaten Blora memberikan nominasi kepada OPD, kecamatan, dan desa tercepat dalam penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan 100 persen Tahun 2024,” ucap Irfan Agustian Iswandaru.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Blora atas terselenggaranya Larwasda Blora Tahun 2025 sebagai forum konsolidasi dan evaluasi kinerja pengawasan daerah.

Sinergi dan Kolaborasi

“Pengawasan daerah memiliki peran yang sangat strategis. Pengawasan bukan hanya sebagai alat pengendalian, tetapi juga sebagai early warning system untuk mencegah terjadinya penyimpangan sejak dini. Oleh karena itu, pengawasan tidak semata-mata mencari kesalahan, tetapi mendorong perbaikan kinerja serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan,” tegas Bupati Blora.

Lebih lanjut, Bupati Blora menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara APIP dengan seluruh perangkat daerah. Pengawasan, menurutnya, harus dipahami sebagai kemitraan strategis dalam pembangunan daerah agar setiap program dan kegiatan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Dengan pengawasan yang kuat, kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujar Bupati Blora.

Bupati Blora juga mendorong Inspektorat Daerah bersama seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan inovasi dan transformasi pengawasan seiring dinamika dan kompleksitas tantangan pembangunan.

“Pengawasan ke depan diharapkan semakin inovatif dalam metode, memanfaatkan teknologi informasi, serta mengembangkan pendekatan pengawasan berbasis risiko dan data,” tandas Bupati Blora.

Sementara itu, Korwas Bidang Program, Pelaporan, dan Pembinaan APIP BPKP Jawa Tengah, Ratna Wiji Hastuti menegaskan bahwa peran APIP saat ini telah mengalami transformasi signifikan. APIP tidak lagi sekadar berfungsi sebagai watchdog, melainkan sebagai mitra strategis dan penasihat terpercaya bagi organisasi perangkat daerah.

Ratna Wiji Hastuti menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara APIP dan OPD dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berintegritas.

“APIP adalah strategic partner dan trusted advisor. Peran APIP bukan mencari kesalahan, tetapi membantu OPD melalui fungsi early warning agar potensi masalah dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” jelas Ratna Wiji Hastuti.

Kudnadi Saputro