blank
Peserta program magang nasional dan pemateri, Muh Khamdan, di ruang Pusparaja, Badiklat Hukum Jateng. Foto: Hadepe

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Upaya menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja terus diperkuat melalui Program Magang Nasional 2025. Di Balai Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Hukum Jawa Tengah, delapan peserta Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch III mendapat pembekalan khusus dari Dr. Muh Khamdan, widyaiswara Badiklat Hukum Jawa Tengah, sebagai bekal menjalani masa magang selama enam bulan, Desember 2025 hingga Juni 2026.

Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peningkatan kapasitas peserta magang nasional. Fokus utama materi adalah penguatan kerja sama dalam kelompok kerja, pemahaman peran individu dalam tim, serta keterampilan komunikasi efektif di lingkungan profesional. Kompetensi dasar yang kerap menjadi tantangan bagi lulusan baru ketika memasuki dunia kerja.

blank
Peserta program magang nasional dan pemateri, Muh Khamdan, di ruang Pusparaja, Badiklat Hukum Jateng. Foto: Hadeepe

Dalam paparannya, Dr. Muh Khamdan menekankan bahwa soliditas kelompok bukan sekadar jargon organisasi, melainkan faktor penentu kinerja tim dan institusi. “Kinerja tidak lahir dari individu yang hebat saja, tetapi dari tim yang saling memahami peran, mampu mengelola perbedaan karakter, dan dewasa dalam menyikapi konflik,” ujarnya di hadapan peserta di ruang Pusparaja, Kamis (18/12).

Ia menguraikan dinamika pembentukan kelompok kerja, mulai dari fase awal adaptasi, munculnya perbedaan gaya kerja, hingga potensi konflik yang sering kali tidak terhindarkan. Menurutnya, konflik bukan ancaman, melainkan peluang pembelajaran jika dikelola dengan komunikasi yang tepat dan sikap saling menghargai.

blank
Bertha Maulidina, salah satu peserta magang nasional 2025 dalam sesi penyampaian progres belajar bekerja. Foto: Hadepe

Kegiatan pembekalan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi terbuka, serta contoh-contoh kasus sederhana yang dekat dengan realitas dunia kerja. Peserta didorong untuk aktif menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi relevan dengan tantangan yang akan mereka hadapi selama magang.

Pendekatan partisipatif ini dinilai efektif membangun kepercayaan diri peserta. Diskusi lintas latar belakang kampus memperkaya perspektif, sekaligus melatih kemampuan bekerja dalam tim yang heterogen. Kondisi yang lazim ditemui di lingkungan BUMN maupun perusahaan swasta.

Sebanyak delapan peserta Magang Nasional ditempatkan di Badiklat Hukum Jawa Tengah, berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Universitas Semarang (USM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas UPN Veteran Yogyakarta. Keberagaman asal perguruan tinggi ini menjadi modal sosial penting dalam pembelajaran kolaboratif.

Program Magang Nasional 2025 merupakan inisiatif pemerintah melalui Kemnaker yang menyasar lulusan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) yang lulus maksimal satu tahun terakhir. Peserta magang memperoleh uang saku setara upah minimum, jaminan sosial, serta sertifikat, dengan pembayaran disalurkan langsung oleh pemerintah melalui Bank Himbara. Program ini juga menjadi bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 Tahun 2025 yang diluncurkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam konteks ketenagakerjaan nasional, kebijakan ini dipandang strategis untuk menekan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, sekaligus merespons tantangan bonus demografi.

Menurut Dr. Muh Khamdan, magang nasional memberi ruang aman bagi lulusan baru untuk belajar bekerja. “Peserta magang sejatinya masih berada dalam fase belajar. Program ini membantu mereka mengenal ritme kerja, mengasah kompetensi sesuai bidang keilmuan, dan memperoleh pengalaman nyata sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja,” ujarnya. Dengan pembekalan soliditas tim sejak awal, peserta Maganghub Kemnaker Batch III diharapkan mampu beradaptasi, bekerja profesional, dan berkontribusi positif bagi organisasi selama masa magang.

Hadepe