blank
Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Kecil, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia dan Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia; berinteraksi dengan perwakilan UMKM dalam acara Kota Masa Depan #BeraniDigital di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (19/12). foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Grab Indonesia dan OVO bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia memperluas Program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kudus menjadi kota ke-16 pelaksanaan program akselerasi digital yang bertujuan mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing di era digital.

Puncak kegiatan Program Kota Masa Depan Kudus digelar di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (19/12). Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kudus serta APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Mengusung tema “Berani Digital”, Program Kota Masa Depan di Kudus berlangsung selama tiga bulan. Selama periode tersebut, ratusan pelaku UMKM lokal mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, penguatan kapasitas, serta pendampingan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, didampingi Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi, bertemu langsung dengan para pelaku UMKM mitra Grab. Di antaranya pemilik Dapoer Mpok Rani, pengelola Soto Kudus Bu Djatmi, dan pemilik Martabak Menuria 12.

Dalam dialog tersebut, para pelaku UMKM menceritakan pengalaman memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan konsumen, serta meningkatkan efisiensi operasional usaha.

Temmy Satya Permana menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM dari hulu ke hilir sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional. Saat ini sekitar 25 juta UMKM di Indonesia telah terhubung dengan ekosistem digital, sementara sekitar 70 persen ekonomi digital nasional ditopang oleh sektor e-commerce.

“Melalui Program Kota Masa Depan yang dijalankan Grab dan OVO, digitalisasi UMKM diperluas hingga ke daerah agar semakin banyak pelaku usaha lokal, termasuk mitra pengemudi ojek online yang tergolong usaha mikro, dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujarnya.

Kudus dinilai memiliki potensi UMKM yang kuat, khususnya di sektor kuliner, perdagangan, kerajinan tangan, dan pengolahan. Melalui Program Kota Masa Depan, para peserta mendapatkan pelatihan digital secara daring, pendampingan usaha, serta pengenalan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang aplikatif untuk mendukung kegiatan usaha sehari-hari.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa Grab Indonesia dan OVO berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan UMKM melalui percepatan inklusi digital dan keuangan. Menurutnya, potensi industri dan kuliner lokal di Kudus sangat besar untuk terus dikembangkan dengan dukungan teknologi, pelatihan, dan akses ke ekosistem Grab.

“Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat, UMKM Kudus diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Neneng.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengapresiasi pelaksanaan Program Kota Masa Depan di Kudus. Ia menyebut masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

“Digitalisasi menjadi kunci agar UMKM Kudus mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Program Kota Masa Depan ini sangat membantu kami dalam mendorong UMKM agar go digital, memperluas akses pasar, dan membuka peluang kerja baru,” ujarnya.

Secara nasional, Program Kota Masa Depan telah mendorong lebih dari 200 ribu UMKM di kota-kota kecil untuk go digital. Selain itu, Grab dan OVO juga telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp6 triliun kepada ratusan ribu UMKM dan mitra pengemudi sejak 2021 guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Sejak 2018, digitalisasi UMKM di ekosistem Grab disebut telah menciptakan jutaan peluang kerja dan melahirkan wirausaha baru, termasuk dari kalangan generasi muda.

Ali Bustomi