blank
Pelatihan Mengukir Siswa SD Negeri di Jepara. Siswa tampak antusias mempraktekan penggunaan tatah dan palu. Foto: Via

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 39 pelajar SD dari berbagai sekolah di Kecamatan Tahunan dan Jepara mengikut Kelas Pelajar Mengukir Angkatan Ke VIII yang berlangsung di Gallery Jepara Wood Carving di Pantai Kartini Jepara, Rabu 17 Desember 2025. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis (18/12-2025 ini dipandu oleh Drs Suyoto, Sutrisna S.Pd, Ali Afendi S.Sn, Alfiyanti Nuril Hidayah S.Sn, M.Sn, Sri Maryati, Budi Mulyo dan Sudarminto.

Pada angkatan VIII ini, peserta berasal dari SDN Panggang 01, SDN Mulyoharjo 01, SDN Mulyoharjo 02, SDN Mulyoharjo 06, SDN Mantingan 02, SDN Sukodono 01 dan SDN Kuwasen 01. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan Kelas Pelajar Mengukir yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara bersama Paguyuban Pengukir R.A. Kartini dan Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara Jepara.

blank
Pak Ali Efendi, salah satu Instruktur memberikan semangat dengan mengajak beryel-yel. Foto: Via

Kolaborasi apik diantara penggiat Seni Ukir ini telah berulangkali memanggil para instruktur Ukir untuk meminta bimbingan, dan dengan telaten para instruktur membantu membimbing mereka.

“Saya senang ikut kegiatan mengukir ini,” ujar M. Atha Irfan dari SDN 2 Mantingan. Menurutnya ini pengalaman yang pertama kali. Hal senada juga disampaikan Siena Aqila dari SDN 1 Senenan, “kegiatan ini asyik karena bersama teman-teman kami belajar bersama,” tuturnya

Sedangkan Naura dari SDN 1 Mulyoharjo mengaku senang dapat belajar melestarikan budaya lokal daerah. “Semoga kelas saya dapat menjadi pengukir handal,” pintanya.

Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Terkait

Siti Mahmudah Kepala SDN 1 dan 2 Mulyoharjo menilai kegiatan ini memotivasi anak anak didik khususnya anak SD untuk mengenalkan seni ukir serta nguri-uri kearifan lokal Jepara. “Harapan kami dapat memperkuat Ikon Kota Ukir yang tersohor hingga manca negara,” ujarnya.

blank
Tampak para instruktur dengan telaten mengajari siswa mengukir. Foto: Via.

Sedangkan Plt Kepala SDN 2 Mantingan dan SDN 1 Sukodono menilai program ini sangat mendukung bagi peserta didik dan berfungsi sebagai katalisator yang menjembatani pengetahuan akademis dengan realitas budaya dan sejarah. “Siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi dapat secara langsung menginternalisasi dan mempraktikkan warisan leluhur yang telah mendunia sejak abad ke-15, saat Ratu Kalinyamat berkuasa,” pungkasnya.

Muhammad Miftahul Jannah, Guru SD N 1 Mulyoharjo menilai kelas Pelajar Mengukir ini sangat inovatif dan edukatif buat para siswa siswi untuk bisa mengenal dan belajar langsung tentang seni ukir Jepara. “Harapan kami diklat ini perlu dilakukan di kemudian hari lagi,” pintanya.

Sedangkan waktunya menurut Miftahul tepat jika diadakan setelah tes untuk mengisi kegiatan class meeting. “Dari kegiatan ini nantinya bisa di follow up oleh guru di sekolahan untuk dididik lagi agar nanti bisa ikut dalam event lomba ukir di kemudian hari,” terangnya

Hal yang senada juga disampaikan Syafiq Guru Pendamping dari SDN 6 Mulyoharjo, “kegiatan ini sangat bagus dan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda Jepara dalam kegiatan mengukir. Sasaran dari kegiatan ini yang merupakan peserta didik Sekolah dasar adalah langkah yang bagus dan tepat karena di usia belia peserta didik akan lebih mudah belajar dan fokus menerima pengajaran dalam pelatihan mengukir ini.”

Syafiq mengutarakan harapannya kedepan bahwa mereka dapat melanjutkan warisan ilmu mengukir baik sebagai pelaku seniman ukir maupun sebagai guru ukir yang melanjutkan warisan keilmuan Seni Ukir.

Hadepe-Septiana W