blank
"Tante" saat menerima piagam dari Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara. Foto: Ichlasul Mada

JEPARA (SUARABARU.ID) – Galeri Jepara Wood Carving yang dikelola oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Sabtu 14 Desember 2025 mencatat sejarah. Sebab seorang pelaku wisata dari Karimunjawa yang suka disapa “Tante”     menyelesaikan klas dasar bagi pemula. Ia sejak  tanggal 9 – 13  Desember 2025  mengikuti kelas mengukir bagi wisatawan di bawah  bimbingan instruktur Drs Suyoto.

Tak hanya mengukir, “Tante” juga memberikan  sejumlah tips untuk menggaet wisatawan agar mengunjungi galeri yang eksotis itu. Bahkan kedepannya ia berharap bisa bekerjasama dengan para pelestari ukir ini.

blank
Peserta kelas Pelajar Mengukir dari SMAN 1 Donorojo. Foto: Hadepe

Sementara siswa  SMA dan SMK yang mengikuti kelas Pelajar Mengukir selama 8 jam di galeri Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Minggu 14 Desember 2025  mengaku puas. Bahkan banyak yang mengatakan seru, asyik dan menyenangkan.

blank
Peserta Kelas Pelajar Mengukir Tingkat SLTA. Foto: Hadepe

“Sangat menyenangkan karena saya mendapatkan pengalaman baru melalui para instruktur yang sangat baik dan ramah. Sebelumnya saya belum pernah mengukir,” ujar Bella  peserta dari SMK Islam Tsamrotul Huda Kecapi yang mengikuti Kelang Pelajar Mengukir bersama 3 temannya.

blank
Bella ( kanan) bersama dua temannya dari SMK Islam Tsamrotul Huda Kecapi, bangga menunjukkan karyanya Foto: Hadepe

Sementara Arif Prabowo dari SMAN 1 Donorojo mengatakan kegiatan Pelajar Mengukir tersebut sangat seru dan menambah wawasan kami. “Kami berlima semuanya belum pernah mengukir,” ujar Arif yang suka  musik gamelan. Karena itu walaupun tempatnya jauh, kami menikmati kegiatan ini, tambahnya.

Lainnya dengan Ziyana dari SMAN 1 Mlonggo. “Walaupun capek hampir 8 jam memahat, tetapi seru dan asyik,” ujarnya.

blank
Djesika dan Kayla dari SMAN 1 Jepara. Foto: Hadepe

Sedangkan Amelia dari SMAN 1  Tahunan mengatakan, walaupun sudah pernah mengukir saat kegiatan Pramuka dan saat P5 di sekolah,  ia mengaku seru dan menyenangkan karena bertemu dengan banyak teman dari sekolah lain. “Saat kegiatan mengukir di Pramuka saya dilatih oleh Marsya, teman sekolah saya,” ujarnya.

blank
Amira dari SMAN 1 Jepara yang hingga waktu selesai masih saja mengerjakan karyanya. Foto: Hadepe

Djesika, siswa kelas 11  SMAN 1 Jepara yang datang bersama 6 temannya dalam Kelas Pelajar Mengukir  mengaku kegiatan sangat seru. “Sampai tadi waktunya tidak terasa, tiba-tiba sudah dzuhur,” tutur gadis yang menyebut kelas mengukir untuk sebagai pengalaman pertamanya.

blank
Peserta Kelas Pelajar Mengukir Tingkat SLTA bangga menunjukkan karyanya. Foto: Hadepe

Keseriusan mengikuti kelas  mengukir ini  ditunjukan oleh Amira. Walaupun oleh instruktur dikatakan waktu telah selasai, ia masih saja menyelesaikan karyanya hingga beberapa saat.

blank
Bangga dengan karya yang dihasilkan. Foto: Hadepe

Teni Swastika, owner Homestay Omah Laut Bondo yang telah membuka Carving Class for Beginner juga  menyambangi. Disamping menyebut galeri ini memiliki prospek baik, ia juga memberikan sejumlah saran untuk para pelestari ukir yang bergabung di Yayasan Peluk Jepara.

Hadepe