blank
Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto saat membuka kelas Pelajar Mengukir Angkatan V yang diikuti pelajar SLTA di Jepara. Foto: Septiana Wibowo

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Sebanyak 29 siswa SMA dan SMK di Kabupaten Jepara  mengikuti Kelas Pelajar Mengukir  yang dilaksanakan di Galeri Yayasan Pelestari Ukir (Peluk) Jepara. Mereka berasal dari SMAN 1 Donorojo, SMAN 1 Mlonggo, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Tahunan dan SMK Islam Tsamrotul Huda Kecapi.

Kelas Pelajar Mengukir angkatan VI ini diampu oleh sejumlah instruktur  dari Yayasan Peluk, Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara dan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A Kartini, diantaranya Sutrisna S.Pd, Drs Suyoto, Istiyanto S.Pd.I dan Rumini juara ukir ketegori perempuan Kabupaten Jepara tahun 2024 yang juga peraih Kartini Awards bidang Pelestari Seni Ukir.

blank
Sutrisna S.Pd saat memberikan penjelasan teta cara mengukir. Foto: Septiana W

Acara ini juga mendapatkan apresiasi dari pegiat budaya Jepara Fakrudin yang akrab disapa Kang Brodin dan pelaku wisata dari Home Stay Omah Laut Bondo, Teni Swastika. “ Kelas Pelajar mengukir yang lokasinya di Pantai Kartini ini bagus. Karena merupakan pintu masuk ke Karimunjawa. Sehingga efektif untuk mempromosikan seni ukir pada wisatawan disamping untuk menyemai kecintaan anak-anak pada seni ukir,” ujar Kang Brodin.

blank
Pegiat budaya Jepara Fakrudin dan Teni Swastika ketika mengunjungi Kelas Pelajar Mengukir. Foto: Septiana W

Sementara Teni Swastika optimis jika dikelola dengan baik dan memiliki jaringan luas, galeri Yayasan Pelstari Ukir Jepara ini kedepannya akan dapat berkembang dan bermanfaat bagi daerah.

Pelajar Mengukir yang diselenggarakan dengan tema Merajut Asa Melestarikan Seni Ukir Jepara ini dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta putra-putri Jepara terhadap warisan seni budaya leluhurnya. “Kami tidak hendak  menjadikan Anda  sebagai perajin  ukir, tetapi  kami ingin kalian mencintai seni ukir,” ujar  Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto.

blank
Peserta dari SMAN 1 Donorojo antusias ikuti pelatihan mengukir dasar bagi pemula. Foto: Septiana W

Dihadapan peserta  Hadi mengungkapkan,  seni ukir adalah budaya Jepara yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2016. “ Kini kita  sedang berusaha  menjadikan seni ukir sebagai warisan budaya dunia yang salah satunya diinisiasi oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Ketua MPR RI, Dr Lestari Moerdijat,”  urai Hadi Priyanto.

blank
Suyoto saat memberikan contoh mengukir yang benar. Foto: Septiana

Ia juga menjelaskan, Galeri Jepara Wood Carving  yang terletak di Pantai Kartini ini direncanakan akan digunakan untuk tempat belajar mengukir baik bagi warga Jepara maupun wisatawan  yang  berkunjung ke Karimunjawa. “Terbukti banyak wisatawan yang tertarik  dan mengagumi seni ukir. Ini bisa menjadi media promosi yang efektif bagi budaya Jepara,” ungkap Hadi. Bahkan telah ada yang kini secara rutin mengikuti Kelas Mengukir bagi Wisatawan, tambah Hadi.

blank
Sutrisna dan Rumini saat memberikan contoh mengukir yang benar dan baik. Foto: Septiana W

Di tempat ini nantinya juga di rencanakan untuk menampilkan karya pengukir Jepara dalam bentuk cinderamata, khususnya yang terbuat dari limbah kayu. “Harapan kami perajin ukir Jepara semakin kreatif  dan dapat memanfaatkan limbah hingga memiliki nilai ekonomis,” terangnya. Bukan hanya bekerja atas dasar pesanan, tetapi menciptakan karya yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

Septiana Wibowo