blank
Sejumlah truk bermuatan untuk pelaksanaan loading test atau uji beban jembatan Temuwoh, Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Foto: El Nyunanto

BLORA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memastikan setiap infrastruktur yang dibangun benar-benar aman dan layak digunakan masyarakat.

Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah uji beban (loading test) pada Jembatan Temuwoh yang berada di Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Sabtu (13/12/2025).

Jembatan yang menjadi penghubung vital antarwilayah tersebut kini telah rampung dikerjakan dan memasuki tahapan pengujian sebagai bagian dari uji teknis sebelum dioperasikan. Loading test dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur, tingkat keamanan, serta keandalan jembatan dalam menopang beban lalu lintas.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Blora, Danang Adiamintara, menjelaskan bahwa uji beban merupakan prosedur wajib sebagai bentuk pengendalian mutu terhadap infrastruktur yang telah dibangun.

Loading test ini menjadi salah satu uji penting untuk memastikan jembatan benar-benar aman, nyaman, dan andal sebelum digunakan oleh masyarakat. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban berat secara bertahap untuk melihat respons struktur jembatan,” ujar Danang melalui sambungan seluler.

Menurut Danang, pengujian dilakukan dengan metode statis maupun dinamis. Metode statis dilakukan dengan beban diam, sedangkan metode dinamis dilakukan dengan beban bergerak untuk melihat getaran dan respons struktur jembatan secara menyeluruh.

“Dari pengujian ini kita bisa mengetahui kelenturan, lendutan, serta mendeteksi potensi masalah struktural. Semua harus sesuai dengan standar desain yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan uji beban tersebut, DPUPR Blora menggunakan 10 unit truk bermuatan yang dijalankan sesuai skema pengujian. Proses pengujian berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, pelaksanaan uji beban berjalan dengan lancar. Saat ini kami masih menunggu hasil resmi dari pengujian tersebut untuk memastikan seluruh parameter teknis terpenuhi,” tambah Danang.

Ia menegaskan, hasil uji beban akan menjadi dasar penentuan apakah jembatan sudah dapat dioperasikan sepenuhnya atau masih memerlukan penyempurnaan teknis tambahan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan Jembatan Temuwoh ditargetkan selesai pada 15 Desember 2025. Dengan rampungnya pekerjaan fisik dan telah dilaksanakannya uji beban, jembatan ini diharapkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Ngawen semakin lancar serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara itu, terkait peresmian jembatan Temuwoh, Danang menyampaikan bahwa hingga saat ini masih menunggu penyesuaian agenda Bupati Blora, Arief Rohman.

“Untuk peresmian jembatan masih menunggu agenda Bapak Bupati. Setelah semua tahapan teknis dinyatakan selesai dan hasil uji beban keluar, baru akan ditentukan jadwal peresmiannya,” terang Danang.

El Nyunanto