JEPARA (SUARABARU.ID) –Pembentukan karakter peserta didik merupakan salah satu tujuan utama pendidikan dasar. Guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu dibekali dengan keterampilan sosial-emosional agar mampu menumbuhkan karakter hebat pada anak. SD Negeri 5 dan SD Negeri 6 Jambu melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema Pembentukan Karakter Hebat sebagai upaya memperkuat kapasitas guru dalam mendampingi siswa.
Kegiatan diawali dengan tes pengetahuan awal yang bertujuan untuk mengukur kemampuan guru dalam memahami perasaan orang lain terutama muridnya. Tes ini menjadi dasar untuk melihat sejauh mana empati dan sensitivitas sosial telah dimiliki oleh para pendidik. Kegiatan dilanjutkan dengan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagai wadah resmi dalam melindungi hak anak di sekolah.
Melalui diskusi, terpilih ketua TPPK SD Negeri 5 Jambu yaitu Ali Syahid, dan ketua TPPK SD Negeri 6 Jambu Nur Fitriana Devi. Tujuan dari TPPK ini mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah, menyediakan mekanisme penanganan kasus secara cepat dan tepat, serta menumbuhkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

IHT berlanjut dengan Materi Utama yaitu Prinsip Perlindungan dan Hak Anak, penjelasan tentang anak berhak atas rasa aman, pendidikan, dan perlakuan tanpa diskriminasi. Guru diajak memahami regulasi perlindungan anak serta praktik nyata. Dilanjutkan materi Ragam Emosi yang memuat cara Guru belajar mengenali emosi dasar, yaitu : senang, sedih, marah, takut, dan terkejut. Lalu diskusi tentang bagaimana emosi memengaruhi perilaku anak dan disambung dengan latihan refleksi yang dilakukan dengan cara guru menuliskan pengalaman pribadi saat menghadapi emosi murid.
Sesi dilanjutkan dengan materi Memahami Gaya Komunikasi Orang lain, contohnya : Pasif: cenderung diam, sulit menyampaikan pendapat, Agresif: cenderung memaksa, kurang menghargai orang lain, Asertif: mampu menyampaikan pendapat dengan menghargai diri dan orang lain.
Guru dilatih untuk mengembangkan komunikasi asertif sebagai model bagi siswa, Menyampaikan dan Menghargai Batasan Diri. Kemudian Guru diajak menyadari pentingnya batasan pribadi. Bagian selanjutnya adalah latihan bagaimana mengatakan emosi dengan cara yang sopan dan menggunakan bahasa yang halus tanpa menyakiti perasaan orang lain .
Pada sesi ini peserta diajak berdiri berhadapan dan mengungkapkan emosi dengan rumus : perasaan + alasan + harapan, sesi berjalan penuh tawa dan kegembiraan sehingga tampak seru dan menarik. Materi berlanjut dengan diskusi tentang menjadi seorang yang minoritas, tentang bagaimana perasaan menjadi orang yang memiliki pendapat tidak sama dengan orang lain.
Kepala Sekolah SD Negeri 5 & 6 Jambu yang juga merupakan narasumber, berharap IHT Pembentukan Karakter Hebat memiliki dampak bagi Guru dan Murid, diantaranya : Guru lebih peka terhadap perasaan murid,. Lingkungan sekolah lebih aman dan ramah anak, Murid belajar mengekspresikan emosi dengan sehat, Tidak ada lagi bullying di lingkungan sekolah dan Budaya komunikasi asertif tumbuh di sekolah.
IHT di SD Negeri 5 dan SD Negeri 6 Jambu bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan bersama membentuk karakter hebat. Dimulai dari tes kepekaan guru, pembentukan TPPK, hingga materi perlindungan anak dan komunikasi sehat. Semua diarahkan untuk menciptakan sekolah yang aman, penuh empati, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Hadepe – Dewi Saptariani Kepala SD Negeri 5 Jambu dan SD Negeri 6 Jambu













