SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, H Fitriyanto SAg MPdI mengatakan, pada musim haji 2026 M/1447 H, provinsi ini memperoleh kuota haji sebanyak 34.122 jamaah, baik reguler maupun khusus. Jumlah ini meningkat, bila dibandingkan musim sebelumnya, yang hanya 30.377 jamaah.
Adapun waktu pelunasan biaya haji gelombang pertama, telah dibuka sejak 24 November hingga 23 Desember 2025. Fitriyanto menegaskan, pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Agama, untuk melakukan jemput bola dan sosialisasi kepada jamaah calon haji yang dijadwalkan berangkat pada 2026.
”Kami terus melakukan sosialisasi, dan menemui nama-nama calon haji yang masuk daftar 2026. Kami ingin memastikan lebih awal, apakah mereka bisa berangkat atau tidak,” kata dia, yang ditemui di kantornya, belum lama ini.
BACA JUGA: CEO BJL 2000 Semarang Dukung Total Kairul Anwar
Disampaikan juga, pada 2026 keberangkatan jamaah calon haji Jateng akan dilakukan melalui dua bandara, Solo dan Yogyakarta. Untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), juga ditetapkan berbeda. Di Embarkasi Solo (SOC) sebesar Rp 53.233.422, sedangkan Embarkasi Yogyakarta Rp 52.955.422. Untuk jamaah calon haji Jateng yang berangkat dari Yogyakarta, hanya dari Karesidenan Kedu.
Adapun syarat utama pelunasan Bipih, menyerahkan surat Istitha’ah kesehatan dari dokter. ”Sebelum membayar pelunasan, calon jamaah harus cek kesehatan dulu. Jika sehat, maka boleh melunasi. Diberi kesempatan beberapa kali cek kesehatan, selama masa pelunasan masih dibuka,” imbuh Fitriyanto.
Dia juga menjelaskan, jamaah yang tidak lolos kesehatan, berarti tidak memenuhi syarat Istitha’ah, yaitu kemampuan fisik dan finansial untuk berhaji. Jika tidak Istitha’ah, kewajiban hajinya gugur, dan kondisi itu harus diterima dengan ikhlas.
BACA JUGA: PVMBG Bandung : Tanah Bergerak di Kaliwiro Berbahaya
”Bagi yang tahun ini tidak Istitha’ah akan diberi kesempatan pada tahun-tahun mendatang. Namun jika tetap tidak Istitha’ah, porsi bisa dialihkan ke orang lain, seperti pasangan, anak, orang tua, saudara, atau dibatalkan dan dananya dapat diambil,” jelasnya.
Fitriyanto baru saja dikukuhkan sebagai Kepala Kanwil pada 28 November 2025, usai sebelumnya menjabat sebagai Kabid PHU Kanwil Kemenag Jateng mengakui, persoalan sumber daya manusia, masih menjadi tantangan utama.
Diungkapkannya, kebutuhan SDM Kanwil Kementerian Haji dan Umrah se-Jateng mencapai 600 orang. Namun saat ini baru tersedia sekitar 200 orang. Di tingkat Kanwil, idealnya ada 60 pegawai, tetapi kini baru 18 orang. Sebetulnya, SDM Bidang PHU Kemenag Jateng berjumlah 22 orang, namun empat di antaranya memilih tetap berada di Kemenag.
BACA JUGA: Lewat Jejak di CCTV, Pencuri di Lapak Ayam Berhasil Ditangkap Polisi
”Soal SDM ini memang pilihan. Kita memberikan kebebasan, apakah mau tetap di Kemenag atau mutasi ke Kementerian Haji dan Umrah. Tidak semua pegawai, bahkan PHU kota/kabupaten mau pindah. Sambil berjalan, kami akan melengkapi SDM, dengan memberi kesempatan dari kementerian atau dinas lain, yang ingin bergabung. Sejauh ini belum ada wacana membuka lowongan baru,” ungkapnya.
Sementara itu, jelang pelaksanaan haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah telah menggelar seleksi petugas PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter. Seleksi tahap pertama sudah berlangsung serentak se-Indonesia, pada awal minggu lalu.
Riyan













