blank
Bupati Sragen Sigit Pamungkas saat menerima Penghargaan IGA 2025 di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Foto: Kominfo Sragen

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan ajang penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025.  Pelaksanaan penghargaan IGA tahun 2025 ini diunduh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kempinski Grand Ballroom Jakarta pada Rabu (10/12/2025).

Gubernur DKI Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo hadir memberikan sambutan selamat datang selaku tuan rumah penyelenggaraan IGA 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sragen kembali ditetapkan sebagai daerah terinovatif se-Indonesia dalam program Innovative Government Award (IGA) 2025 oleh Kementerian Dalam Negeri.

Apresiasi kredibel dan bergengsi dari pemerintah pusat bagi pemerintah daerah itu berhasil dicapai Kabupaten Sragen selama 4 (empat) tahun berturut-turut.

“Seperti yang pernah disampaikan Bapak Presiden bahwa setiap daerah harus berani membuat terobosan, tidak boleh monoton. Inilah yang terus kami budayakan di Sragen, agar kita bisa terus ber-progress meski dihadapkan pada berbagai tantangan,” ujar Bupati Sragen Sigit Pamungkas, S.I.P., M.A.

Menurut Sigit, budaya inovasi yang dikembangkan Kabupaten Sragen tak hanya sekadar mengikuti trend semata.

‘Tak kurang dari 219 inovasi yang dikirim ke IGA 2025,  memiliki nilai kematangan yang tinggi serta pelibatan stakeholders pentaheliks di dalamnya,” tuturnya.

Sigit mencontohkan, inovasi unggulan SIPELANGI (Sistem Informasi Peluang Investasi) hadir sebagai upaya untuk mempermudah investor mengakses data potensi dan peluang investasi.

“Mengintegrasikan informasi tata ruang, sektor unggulan, dan fasilitas, demi mendorong realisasi investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sragen,” tambah Sigit Pamungkas.

Inovasi unggulan lainnya yaitu Kaliwedi Bangkit,  Panganpun Tidak Sulit. Inovasi itu merupakan sebuah program ketahanan pangan unggulan dari Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Program itu berhasil mengubah desa tersebut dari status desa tertinggal menjadi desa mandiri serta jadi percontohan dan telah meraih berbagai penghargaan di tingkat provinsi dan nasional.

Kabupaten Sragen sebelumnya memaparkan kepada Kemendagri tentang dua inovasi unggulan tersebut setelah dinyatakan masuk sebagai 24 nomine klaster kabupaten pada IGA 2025.

Selanjutnya tim penilai dari Kemendagri dan Kemenko PMK datang ke Sragen untuk meninjau ke lapangan untuk memastikan kebenaran dan kemanfaatan inovasi di masyarakat.

Pada klaster kabupaten, Provinsi Jawa Tengah menyumbang enam kabupaten yaitu Sragen, Blora, Boyolali, Magelang, Temanggung dan Wonogiri yang ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif.

Perubahan Positif

Dikatatan, dengan munculnya inovasi akan membawa perubahan positif dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi pemerintahan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah Kabupaten Sragen masih terus mempertahankan predikat sebagai Kabupaten Terinovatif Tahun 2025 ini. Prestasi yang kita raih merupakan wujud pengakuan objektif dari sebuah lembaga yang kompeten. Namun sejatinya penghargaan yang sesungguhnya yang kita dapatkan adalah kemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Pemkab Sragen terus berkomitmen untuk membangun iklim inovasi dan penguatan inovasi daerah. Terlebih, dengan komitmen satu instansi satu inovasi setiap tahun, yang juga ditetapkan dalam Perbup Nomor 87 Tahun 2021, menjadi pemantik bagi seluruh stakeholder di Kabupaten Sragen untuk selalu berinovasi. Upaya itu memberikan hal terbaik bagi masyarakat di Tlatah Sukowati itu.

Anind