SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepedulian terhadap pendidikan Alquran di tengah masyarakat melahirkan sebuah inisiatif sosial yang kini terus tumbuh dan memberi manfaat.
Bermula dari sebuah ruang tamu sederhana, TPQ Khairunnisa sudah hampir tiga tahun ini secara konsisten menyelenggarakan pendidikan Alquran gratis bagi anak-anak di wilayah Karanganyar Gunung, Kota Semarang.
TPQ Khairunnisa sendiri dirintis oleh Wahyu Puji Widodo, SH, MH, seorang advokat yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Di sela kesibukannya sebagai praktisi hukum, Wahyu memilih membuka rumahnya sebagai ruang belajar Alquran sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa berbasis nilai-nilai keislaman.
“Pendidikan Alquran adalah fondasi pembentukan akhlak dan karakter anak. Ketika dimulai dari lingkungan terdekat, dampaknya akan terasa hingga jangka panjang,” ujar Wahyu kepada Suarabaru.id, Rabu (10/12/2025).
Dalam pelaksanaannya, TPQ Khairunnisa menerapkan kurikulum terstruktur dan bersyahadah Qiroati, dengan dukungan empat tenaga pengajar, satu tenaga ahli, dan satu tenaga administrasi. Seluruh proses pembelajaran tidak hanya menekankan kemampuan membaca Alquran, tetapi juga pembinaan adab, kedisiplinan, serta penanaman nilai akhlak Qurani.
TPQ Khairunnisa yang berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Wahyu Alam Rahardja ini berkomitmen penuh menyediakan pendidikan gratis dan program beasiswa bagi santri maupun santriwati.
Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh anak di lingkungan sekitar memiliki akses yang setara terhadap pendidikan agama, tanpa terkendala faktor ekonomi.
Dengan mengusung moto “Membentuk Hati, Menumbuhkan Ilmu, Menguatkan Akhlak Qurani,” TPQ Khairunnisa hadir sebagai ruang pembentukan karakter generasi sejak usia dini.
“Kegiatan belajar dijalankan dengan pendekatan humanis, pendampingan intensif, serta keteladanan dari para pendidik,” kata Wahyu.
Keberadaan TPQ Khairunnisa mendapatkan respons positif dari masyarakat. Orang tua santri menilai TPQ tersebut tidak hanya membantu anak-anak dalam belajar Alquran, tetapi juga berperan penting dalam membentuk perilaku dan sikap sosial yang lebih baik.
Inisiatif yang lahir dari kesederhanaan ini kini berkembang menjadi gerakan pendidikan berbasis wakaf dan kepedulian sosial. TPQ Khairunnisa menjadi contoh bahwa penguatan pendidikan karakter dan spiritual dapat dimulai dari ruang terkecil, namun memberi dampak besar bagi masyarakat sekitar.
Melalui TPQ Khairunnisa, Yayasan Wakaf Wahyu Alam Rahardja bersama seluruh tenaga pendidik terus berikhtiar melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi umat, bangsa, dan negara.
Ning S













