JEPARA (SUARABARU.ID) – Kelas Pelajar Mengukir yang diikuti siswa SMPN 1 Kalinyamatan dan SMPN 1 Welahan telah selesai digelar 9 Desember 2025. Penutupan ditandai dengan penyerahan piagam Yayasan Pelestari Ukir Jepara oleh para instruktur yang terdiri dari Drs Suyoto, Sutrisna S.Pd., Sutarno, Sutarno, Muskamah, Ama Rahmawati dan Sokhib.

Sebelumnya Sutrisna telah memberikan evaluasi terhadap karya peserta. “Luar biasa. Hanya dalam waktu dua hari kalian telah mampu berkarya. Namun kalian tidak boleh berpuas diri. Teruslah berlatih dan jangan berhenti,” ujarnya. Harapan kami pihak sekolah melanjutkan memberikan pembinaan, tambah mantan guru ukir SMPN 6 Jepara ini.

Sedangkan peserta dengan antusias mengikuti sesi ini. Bahkan banyak yang kemudian mengajukan pertanyaan. Dalam pesan kesannya mereka mengaku kegiatan kelas Pelajar Mengukir ini menarik dan seru.

Kegiatan Kelas Pelajar Mengukir yang berlangsung di galeri Jepara Wood Carving Performance di Pantai Kartini Jepara ini merupakan program unggulan Yayasan Pelestari Ukir Jepara bersama Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara dan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara.
Direncanakan kelas Pelajar Mengukir ini juga akan diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA sederajat dan mahasiswa. “Kami merencanakan akan menyelesaikan 11 angkatan hingga akhir tahun 2025,” ujar Drs Suyoto, Sekretaris Umum Yayasan Peluk Jepara

Suyoto juga menjelaskan, Rabu (10-11/12-2025) juga akan dibuka Kelas Pelajar Mengukir Tingkat SD. “ Setidaknya sudah ada 15 siswa yang akan mengikuti kelas ini. Sebagian besar adalah siswa kelas 4 dan 5,” ujarnya.
Sementara Martoyo, guru pembimbing dari SMPN 1 Welahan memuji program Kelas Pelajar Mengukir yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir. “Sepengetahuan kami, ini adalah program pertama yang dilakukan untuk menjaring anak-anak yang memiliki minat pada seni ukir dari berbagai jenjang satuan pendidikan,” tuturnya. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti, tetapi berkesinambungan, pungkasnya
Septiana Wibowo













