blank
Suasana peringatan Dies Natalis ke-69 UKSW dalam rapat terbuka senat Universitas. Foto: UKSW

Melalui tayangan video, Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan ucapan selamat Dies Natalis dan apresiasi atas kontribusi UKSW sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia. Ia menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan adaptasi generasi muda di tengah perubahan teknologi yang cepat. “Saya percaya UKSW mampu menghadirkan terobosan pendidikan yang dapat melahirkan generasi kompeten dan berpegang teguh pada nilai Pancasila. Dirgahayu UKSW! Terus maju dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Profesor Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., melalui tayangan video, memuji konsistensi UKSW dalam meneguhkan jati diri sebagai The Living University. Ia menyoroti capaian akreditasi institusi Unggul dan berbagai inovasi yang dilakukan UKSW. “UKSW mampu menjaga relevansi pendidikan tinggi melalui kolaborasi lintas disiplin, penguatan ekosistem digital, serta komitmen menyiapkan lulusan adaptif dan berintegritas,” tuturnya.

Profesor Aisyah juga memberi apresiasi khusus atas kontribusi UKSW dalam Program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Papua yang memperluas akses pendidikan bagi wilayah 3T. Ia berharap UKSW terus menjadi teladan dalam akademik, karakter kebangsaan, inovasi, dan internasionalisasi.

Ruang Harapan Bagi Kebhinnekaan

Di sisi lain, mewakili Wali Kota Salatiga, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Salatiga, Muhammad Sidqon Effendi, SSIT., MT., menyampaikan penghargaan atas kontribusi UKSW dalam membangun wajah intelektual dan karakter Kota Salatiga. “UKSW telah berkontribusi pada identitas Kota Salatiga sebagai kota paling toleran sekaligus kota pendidikan. Predikat ini bukan sekadar pujian, tetapi buah dari kultur yang sejak lama ditanamkan oleh UKSW,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa selalu ada momen hangat, ketika masuk ke UKSW. “Mahasiswa dari Indonesia Timur menyapa petugas keamanan dari Jawa, atau mahasiswa Batak, Jawa, dan Papua tertawa bersama. Pemandangan sederhana itu memancarkan energi positif luar biasa,” tuturnya. Ia juga menggarisbawahi warisan pemikiran Dr. (H.C.) Oeripan Notohamidjojo yang menempatkan universitas sebagai institusi moral. Pemerintah Kota, katanya, akan terus berjalan bersama UKSW menjaga ruang-ruang harapan bagi kebhinnekaan.

Membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5, Agung Wijayangto, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa UKSW telah menjadi pilar penting ekosistem pendidikan Jawa Tengah. “Dies Natalis ke-69 bukan sekadar seremoni, melainkan wujud syukur atas kiprah UKSW dalam mencetak insan berkarakter, membangun kolaborasi, serta memperkuat jejaring pendidikan yang memajukan daerah dan bangsa,” tandasnya.

Sebagai rangkaian akhir perayaan, kegiatan ini juga diwarnai dengan launching Satya Wacana Marching Band dan arak-arakan, launching Kampusku Floraku, penyampaian penghargaan kepada Drs. Soenarto Notosoedarmo sebagai Insan Talenta Unggul Berdedikasi untuk Kampus Hijau UKSW, penyerahan buku konsorsium Sotto Voce, serta pemberian penghargaan kepada dosen asing François Sémah dari Muséum national d’Histoire naturelle.

Peringatan Dies Natalis ke-69 UKSW tersebut selaras dengan Tujuan Berkelanjutan (SDGs) 4 pendidikan berkualitas, disertai kontribusi pada SDGs 16 perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, SDGs 9 industri, inovasi dan infrastruktur, dan SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

Ning S