blank
Peserta dan narasumber Orientasi Pengasuhan Positif Orang Tua dengan Remaja di Kelompok Bina Keluarga Remaja yang diselenggarakan DP3AP2KB Kabupaten Jepara di aula kantor tersebut, Jumat (28/11-2025). Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait pencegahan HIV & AIDS, Jeanette S. Listiyani,SE.,M.M  Aktivis Perempuan dan Anak sekaligus SSK LPSK Jawa Tengah, memberikan edukasi bertema “HIV & AIDS Awareness: Empati, Pengetahuan, dan Aksi” kepada peserta dari unsur PIK-R, ForGen, dan Bina Keluarga Remaja (BKR).

Jeanette S. Listiyani  menyampaikan materi pendampingan ODHA tersebut dalam acara Orientasi Pengasuhan Positif Orang Tua dengan Remaja di Kelompok Bina Keluarga Remaja yang diselenggarakan DP3AP2KB Kabupaten Jepara di aula kantor tersebut, Jumat (28/11-2025)

blank
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Dr. Mudrikatun saat membuka acara bersama narasumber. FotoL Dok

Acara yang dibuka oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara Dr. Mudrikatun, S.SIT., SKM., M.MKes, M.H, Bdn ini juga menghadirkan narasumber psikolog dari RSUD R.A. Kartini Dian Ratih Saptasari, S.Psi., M.Psi.

Kegiatan ini dihadiri oleh remaja, orang tua, pendidik, serta penggerak komunitas keluarga, yang menjadikan sesi edukasi lebih komprehensif dalam membangun pemahaman lintas generasi.

Jeanette menegaskan bahwa peran keluarga sama pentingnya dengan peran remaja dalam mencegah penularan HIV, menghapus stigma, serta memastikan anak dan remaja tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat.

“Remaja dan keluarga harus bergerak bersama. Kita semua punya tanggung jawab yang sama: memahami HIV dengan benar, melindungi hak anak, dan menghentikan stigma yang selama ini menyakiti banyak korban,” ujar Jeanette.

blank
Jeanette S. Listiyani, Aktivis Perempuan dan Anak sekaligus SSK LPSK Jawa Tengah wilayah Jepara, memberikan edukasi bertema “HIV & AIDS Awareness: Empati, Pengetahuan, dan Aksi” kepada peserta dari unsur PIK-R, ForGen, dan Bina Keluarga Remaja (BKR). Foto: Dok

Dalam pemaparannya, Jeanette juga menyoroti situasi HIV di Jepara, yang mencatat estimasi 1.685 ODHIV, serta munculnya kasus baru sepanjang 2025 yang turut melibatkan usia muda dan kelompok keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa isu HIV bukan hanya urusan remaja, tetapi juga persoalan keluarga dan masyarakat secara luas. “Kita juga harus mewaspadai fenomena gunung es, dimana angka yang terungkap hanya sebagian  dari kondisi senyatanya,” ungkapnya.

Jeanette menegaskan, “Hidup selalu lebih besar dari stigma. Dengan empati, pengetahuan, dan aksi kecil, kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar.”

blank
Jeanette S. Listiyani, Aktivis Perempuan dan Anak bersama narasumber dan panitia penyelenggara. Foto: Dok

Sedangkan materi yang disampaikan Jeanette S. Listiyani meliputi perbedaan HIV dan AIDS, cara penularan dan pencegahan yang benar, pentingnya tes HIV (VCT) bagi remaja dan dewasa, hak-hak korban dan ODHIV termasuk aspek kerahasiaan, peran penting PIK-R, ForGen, dan BKR sebagai agen edukasi, pendampingan, dan penyebar informasi sehat, serta  serta urgensi empati dalam interaksi sehari-hari agar ODHA tidak mengalami diskriminasi.

blank
Jeanette S. Listiyani saat menyematkan pita merah sebagai simbol komitmen bersama dalam memerangi stigma HIV, kegiatan ditutup dengan penyematan pita merah kepada perwakilan peserta. Foto: Dok

Sebagai simbol komitmen bersama dalam memerangi stigma HIV, kegiatan ditutup dengan penyematan pita merah kepada perwakilan peserta. Pita merah menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam mendukung ODHIV, menyebarkan informasi yang benar, dan menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi komunitas remaja dan keluarga Jepara dalam membangun kesadaran kesehatan serta mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat dan bertanggung jawab.

Hadepe