blank
Kegiatan mageri segoro, dari kanan ke kiri: Eva Wirabuana (Manager Administrasi PT PLN IP UBP Semarang), Eni Lestari, Kepala Biro ISDA di Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Johan Kurniawan, Manager Operasi PT PLN IP UBP Semarang, dan Pujiharini, Kepala Cabang Dunas Kehutanan Jateng Wilayah III, III.B, IV/a. Foto: Dok/IP

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kota Semarang, dengan garis pantainya yang dinamis, memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Perubahan iklim dan tantangan abrasi menjadi pengingat harian akan pentingnya tindakan kolektif dan sinergi antara berbagai pihak.

Sebagai bagian integral dari komunitas masyarakat pesisir, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir bukan sekadar program, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang dijiwai oleh kepedulian mendalam terhadap bumi dan masa depan generasi penerus.

blank
Mageri Segoro, sebuah gerakan untuk memagari lautan dan melindungi kawasan pesisir. Foto: Dok/IP

Kepedulian lingkungan ini diwujudkan dalam aksi nyata yang sejalan dengan semangat inisiatif visioner Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Mageri Segoro, sebuah gerakan untuk memagari lautan dan melindungi kawasan pesisir.

PLN Indonesia Power UBP Semarang bangga menjadi bagian dari upaya besar ini, menyelaraskan tujuan operasional perusahaan dengan keberlangsungan lingkungan.

Target 10.000 Mangrove Tercapai pada HMPI 2025

Dalam semangat memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, PT PLN Group melaksanakan penanaman pohon serentak di lingkungan unit masing-masing.

PT PLN Indonesia Power UBP Semarang mencatatkan keberhasilan signifikan dengan menuntaskan penanaman 10.000 tanaman mangrove di area pesisir Kota Semarang sepanjang tahun 2025.

Pencapaian ini diawali dengan penanaman 6.000 pohon di area sekitar unit pembangkit PLTGU Tambak Lorok. Sebagai puncak dari komitmen ini, pada Jumat (28/11/2025) yang bertepatan dengan peringatan HMPI 2025, PLN Indonesia Power UBP Semarang melakukan penanaman 4.000 pohon mangrove tambahan di area Tugurejo.

Aksi penanaman 4.000 pohon ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan berbagai stakehoder, diantaranya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, akademisi Universitas Negeri Semarang, Yayasan Akar Banir Indonesia, Kelompok Masyarakat Prenjak dan media yang berlokasi di sepanjang pesisir pantai Tirang, Tugurejo.

“Komitmen kami untuk menanam 10.000 pohon di area Kota Semarang sepanjang tahun 2025 ini telah berhasil kami wujudkan. Diharapkan dengan penanaman ini, perakaran mangrove yang rapat dapat berfungsi sebagai pemecah gelombang alami di wilayah pesisir, sehingga mengurangi energi ombak hingga 90% dan menahan sedimen, melindungi infrastruktur dan pemukiman warga,” ungkap Johan Kurniawan, Manager Operasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang.

Menurutnya, jika satu pohon mangrove mampu menyerap hingga 12,3kg per tahun, maka diharapkan dari 10.000 pohon yang telah ditanam, mampu menyerap sekitar 123 ton per tahun. Jumlah ini setara dengan mengimbangi penggunaan listrik 1.531 penggunaan listrik rumah tangga dalam satu tahun.