blank
Kepala SPPG Dersalam Kudus Fina Berliana Novitasari.. foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – SPPG Dersalam, Kecamatan Bae, memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menimbulkan pertanyaan dari masyarakat dan wali murid.

Pihak pengelola menegaskan bahwa keputusan tersebut murni karena keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat, bukan lantaran ada persoalan administrasi dalam pengajuan.

Kepala SPPG Dersalam, Fina Berliana Novitasari, menjelaskan bahwa penghentian operasional MBG telah melalui proses komunikasi dan koordinasi dengan Korwil Pendidikan setempat.

“Kami tegaskan, operasional MBG dihentikan sementara bukan karena kendala internal atau mismanajemen. Ini murni karena dana dari pusat belum cair, dan kami tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan,” tegas Fina, Kamis (20/11/2025).

Baca juga:

Dana Belum Cair, 1 SPPG di Kudus Hentikan Operasional MBG

Ia menyampaikan, total dana sebesar Rp571 juta yang diajukan untuk kebutuhan operasional MBG periode 10–22 November 2025 hingga kini belum masuk ke rekening SPPG.

Menurutnya, keterlambatan pencairan dana juga terjadi pada 10 SPPG lainnya di Kabupaten Kudus. Namun, SPPG di kecamatan lain sudah menerima pencairan pada Rabu sore sehingga hanya SPPG Dersalam yang masih menunggu.

Fina kembali menepis kemungkinan adanya kekurangan administrasi dalam pengajuan pencairan dana tersebut.

“Kalau ada administrasi yang kurang, tentu kami diberitahu,” tegasnya.

Untuk memastikan informasi tersampaikan secara cepat dan merata, pihaknya juga telah menyampaikan pengumuman resmi melalui grup WhatsApp kepada para kepala sekolah dan PIC masing-masing sekolah.

Karyawan Tetap Masuk Bersihkan Dapur

Meski MBG dihentikan sementara, Fina memastikan tidak ada karyawan yang dirumahkan. Mereka tetap bekerja untuk menjaga kebersihan serta kesiapan dapur jika sewaktu-waktu dana sudah cair.

“Kami tetap menjaga kondisi dapur agar selalu siap. Jika dana sudah turun, kami bisa langsung produksi dan distribusi ke sekolah,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat segera menyelesaikan proses pencairan agar ribuan siswa penerima manfaat kembali memperoleh layanan makanan bergizi yang selalu mereka nantikan setiap hari.

Fina meminta masyarakat dan wali murid tetap tenang, serta mengikuti informasi resmi dari sekolah maupun SPPG.

“Kalau dana sudah cair dan operasional kembali, pasti akan segera kami informasikan. Kami tidak ingin layanan ini berhenti terlalu lama,” tandasnya.

SPPG Dersalam tercatat melayani 22 sekolah dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 3.200 siswa di wilayah Kecamatan Bae. SPPG ini beroperasi sejak 22 September 2025.

Satgas MBG Siap Koordinasi

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten menyatakan siap membantu mengkoordinasikan persoalan tersebut ke pemerintah pusat maupun Korwil.

“Nanti akan kami sampaikan dan koordinasikan ke pihak yang lebih atas, agar pencairan dana bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Ali Bustomi