blank
Sejumlah pemateri saat berfoto bersama dengan sejumlah peserta Pelatsar Juri, di Kantor KONI Jateng. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebanyak 31 peserta mengikuti Pelatihan Dasar (Pelatsar) Juri C Nasional Bidang Berburu, yang digelar Pengprov Perbakin Jawa Tengah. Pelatsar dengan kualifikasi ‘WRABF & IMSSU’ itu, diadakan di Kantor KONI Jateng, Kompleks GOR Jatidiri, Semarang, Sabtu-Minggu (15-16/11/2025).

Dalam keterangannya, Sekum Perbakin Jateng, Mugiyo Hartono menyebut, di antara peserta itu, delapan orang datang dari Tangerang, Bantul, Ponorogo dan Jombang. ”Jadi yang dari Jateng 23 peserta,” kata Mugiyo.

Menurut Guru Besar Unnes Semarang itu, Jateng sering menggelar event berburu, sehingga perlu dukungan juri yang berkualitas. ”Dengan juri yang berkualitas, maka para peserta akan mencapai prestasi maksimal,” tandasnya.

BACA JUGA: Grand Final Sika Tiler Competition 2025 Tim Lamongan, Jatim Raih Tiket Mewakili Indonesia di Hong Kong

Para penatar dalam Pelatsar ini, datang dari PB Perbakin. Mereka adalah Indra Sujatno dan Dani Ramdani. Hadir dalam acara itu, Kabid Hukum Keolahragaan KONI Jateng M Ali Purnomo, mewakili Ketua Umum Bona Ventura Sulistiana.

Dalam sambutan tertulis Ketua Umum KONI Jateng yang dibacakan Ali Purnomo, pihaknya mengapresiasi prestasi Perbakin pada PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara. ”Perolehan 5 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu, merupakan prestasi yang membanggakan,” tulis Bona.

Dia juga menyoroti kerapihan Perbakin dalam menjalankan program kerja. Di antaranya, pelatihan dasar juri. ”Tidak semua cabang olahraga bisa menggelar program kerja secara konsisten dan baik. Maka kami berharap, hal ini akan melahirkan prestasi yang baik pula,” imbuhnya.

BACA JUGA: Sujarwanto Minta Pengurus KONI Jateng Ikhlas dan Tulus Demi Kemajuan Olahraga

Materi yang disajikan dalam Pelatsar itu di antaranya, Kode Etik Wasit, Tugas dan Fungsi Juri WRABF, Prosedur Mengadakan Lomba, Cara Menghitung Nilai, serta Aba-aba WRABF-IMSSU.

Seperti dalam pelatihan lainnya, dalam acara ini juga diadakan tes untuk menentukan peserta lulus atau gagal. ”Yang penting, pelatihan ini berjalan lancar dan menghasilkan juri-juri yang berkualitas,” kilah Mugiyo Hartono.

Riyan