blank
Tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah TKP pasca pemadaman api yang melakap rumah warga di Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Foto: dok Polres Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Insiden kebakaran melanda rumah warga di Dusun Gemblung, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan pada Rabu malam, 12 November 2025.

Dalam peristiwa tragis itu, seorang nenek meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terjebak di dalam rumah yang terbakar.

Peristiwa kebakaran ini terjadi di rumah Salim di Dusun Gemblung, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari sekitar pukul 19.45 WIB. Rumah tersebut ludes terbakar dan merembet ke dua rumah lainnya.

BACA JUGA : Tim PKM USM Beri Pelatihan Kabel Jaringan FO di SMK Pembangunan Mranggen

Insiden kebakaran ini diketahui kali pertama oleh Hadi, yang saat itu sedang menonton TV di rumahnya dan mendengar ada suara seperti ledakan kecil. Setelah keluar rumah, ia melihat api sudah membakar rumah milik Salim.

Rumah yang terbuat dari kayu jati dengan tiang soko berukuran 12 x 12 centimeter persegi itu terbakar dan merembet ke rumah lain yang berada di deret sampingnya.

Melihat hal tersebut, Hadi berteriak minta tolong dan teriakan tersebut mendorong warga untuk mendatangi lokasi kejadian dan memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tak lama setelah itu, laporan kebakaran diterima oleh Polsek Wirosari dan tim pemadam kebakaran yang langsung meluncur ke lokasi. Petugas dibantu warga akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 21.30 WIB.

Kapolsek Wirosari, AKP Saptono Widyo H., membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa satu korban meninggal dunia di lokasi akibat tidak sempat menyelamatkan diri.

Korban meninggal dunia yakni seorang nenek bernama Sukani, yang saat kejadian berada di rumah sendirian karena anak-anak mereka sedang membantu tetangga yang tengah mengadakan hajatan.

Sukani sendiri berada di dalam kamar dengan kondisi sakit stroke yang sudah lama diidapnya. Hal itu disampaikan oleh anak-anaknya saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Korban ditemukan sudah hangus terbakar di dalam kamar,” ungkapnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sisa-sisa kipas angin, kabel listrik, dan steker yang terbakar. Polisi menduga kuat sumber api berasal dari korsleting kipas angin yang tidak dimatikan sejak sore hari.

BACA JUGA : Pelaku Perusakan Warung dengan Parang Berhasil Dicokok Polisi

Selain menelan korban jiwa, kebakaran di Wirosari Grobogan ini juga menyebabkan kerugian materi cukup besar. Rumah milik Salim ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp100 juta, sementara rumah Suyatmi rugi sekitar Rp25 juta.

“Sementara, dari pemeriksaan tim Inafis Polres Grobogan ditemukan adanya potongan kabel terbakar dari kipas angin yang mengindikasikan adanya korsleting listrik di rumah korban Salim,” jelas AKP Sapto.

“Adanya insiden kebakaran ini, kami dari Polsek Wirosari memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada kebakaran dan berkala mengecek kabel kelistrikan di rumah Anda,” tambahnya.

 

TYA WIDYA