blank
Polsek Baturetno Polres Wonogiri, menginisiasi pertemuan bersama para pihak, sebagai langkah problem solving dalam mengatasi gorong-gorong yang memunculkan banjir.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Harapan semula, dengan dibangunnya gorong-gorong, maka limpahan air hujan dapat mengalir lancar. Tapi gara-gara hadirnya fasilitas baru gorong-gorong, rumah warga di Desa Watu Agung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, malah kebanjiran. Air dari gorong-gorong malah menggenangi rumah warga.

Luapan air dari gorong-gorong telah membanjiri rumah Ny Sriyatmi, di Dusun Balerejo, Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.Tentu saja, ini membuat resah keluarga Sriyatmi.

Gorong-gorong adalah saluran tertutup semacam terowongan yang berfungsi mengalirkan air. Fungsinya, sebagai bagian dari sistem drainase untuk mencegah genangan adanya luapan air hujan.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, untuk menyikapi pembangunan gorong-gorong yang memicu banjir tersebut, Polsek Baturetno telah melakukan langkah problem solving untuk mengatasinya. Problem solving adalah proses mengidentifikasi, menganalisis dan mencari solusi yang efektif, untuk mengatasi masalah. Yakni dengan melibatkan para pihak terkait.

Ketinggian

Dari hasil penelitian teknis ke lokasi, ditemukan adanya beda ketinggian sekitar 15 Centimeter (CM) antara bagian hulu dan hilir. Ini menyebabkan, air dalam gorong-gorong tidak dapat mengalir, dan menimbulkan banjir serta menggenangi rumah hunian warga.

Sebagai solusinya, dilakukan pertemuan  bersama untuk mencari jalan keluarnya. Yakni bagaimana gorong-gorong lancar mengalirkan air, dan rumah warga terhindarkan dari genangan banjir. Pertemuan diinisiasi oleh Kanit Samapta Polsek Baturetno Ipda Juari bersama Kanit Intel Aipda Ringgo P dan Bhabinkamtibmas Briptu Yulianto. Melibatkan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Baturetno, Widodo, Kepala Desa (Kades) Watu Agung Tugiman bersama Kepala Dusun dan tokoh masyarakat.

Hasil pertemuan, menghasilkan kesepakatan untuk segera dilakukan perbaikan. Bagian hilir gorong-gorong yang berada di sisi utara akan dibongkar dan diturunkan, agar air dapat mengalir lancar. Biaya perbaikan ditanggung bersama oleh warga dan pihak desa.

Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, langkah mediasi yang diinisiasi Polsek Baturetno menunjukkan peran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Pendekatan dialogis yang dilakukan, efektif menjaga keharmonisan dan mencegah potensi konflik sosial.(Bambang Pur)