GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pada tahun 2025, Dinas Ketenegakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Grobogan mendapatkan alokasi kuota penempatan transmigrasi.
Sebanyak 3 KK terbagi di 2 lokasi penempatan yaitu di SP Lagading Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 1 KK.
Kemudian di SP Waleh Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara sebanyak 2 KK.
BACA JUGA : Kasus Pornografi, Status CRA Dinaikkan Jadi Tersangka usai Gelar Perkara
Sebelumnya Kabupaten Grobogan mendapatkan alokasi kuota penempatan transmigrasi sebanyak 12 KK dengan tujuan ke Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah.
Namun, penempatan tersebut dibatalkan oleh Kementerian Transmigrasi menanggapi aspirasi masyarakat terkait program transmigrasi.
“Sebelumnya pada Juli 2025 kita mendapatkan alokasi kuota penempatan transmigrasi sebanyak 12 KK yang akan di tempatkan di Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, penempatan di lokasi tersebut dibatalkan dan pada bulan Agustus kita mendapatkan perubahan alokasi kuota penempatan transmigrasi di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara serta di Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan,” jelas Kepala Disnakertrans Grobogan, Teguh Harjokusumo.
Teguh mengungkapkan, animo masyarakat Kabupaten Grobogan untuk mengikuti program transmigrasi kebanyakan ke wilayah Pulau Kalimantan.
Namun pada tahun ini yang sebelumnya kita mendapatkan alokasi di Kalimantan dan akhirnya mengalami perubahan alokasi ke Maluku Utara dan Sulawesi Selatan, sehingga calon transmigran yang sebelumnya sudah mendaftar dan sebagian sudah mengikuti seleksi akhirnya banyak yang mengundurkan diri karena kurang berminat jika lokasi bukan di Kalimantan.
“Kalimantan animo calon transmigrannya banyak dengan alasan dekat serta tidak beresiko bencana dan konflik. Namun, karena ada perubahan alokasi penempatan yang sebelumnya akan di tempatkan ke Kalimantan Tengah berubah alokasi penempatan ke Maluku Utara dan Sulawesi Selatan banyak calon transmigran yang mengundurkan diri dengan alasan lokasi yang baru jauh,” tambah Teguh.
Pendaftaran transmigrasi sendiri masih terus dibuka dan tidak ada batasan akhir pendaftaran. Calon transmigran yang berminat mengikuti program transmigrasi bisa mendaftarkan diri melalui online di website sibarduktrans ataupun datang langsung ke kantor Disnakertrans Grobogan.
Hal tersebut untuk berguna untuk menjaring animo masyarakat yang berminat mengikuti program transmigrasi.
“Untuk menjaring animo masyarakat yang berminat mengikuti program transmigrasi pendaftaran transmigrasi tidak memiliki batas waktu dan pendaftaran bisa melalui online maupun offline dengan datang langsung ke kantor,” jelas Teguh.
Teguh mengatakan, penempatan calon transmigran sebanyak 3 KK akan dilaksanakan maksimal di minggu kedua bulan Desember 2025.
Hal itu berdasarkan hasil rapat di Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober lalu. Dari 3 KK tersebut masih tersisa 1 KK alokasi penempatan yang akan ditempatkan di Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan.
Teguh menjelaskan, sebelumnya sudah terdapat calon transmigran yang mengisi kuota tersebut, namun calon transmigran tersebut pada awal bulan September hilang kontak dan tidak berada dirumah, sehingga dianggap mengundurkan diri.
BACA JUGA : Bupati Award 2025 Diberikan kepada 11 Katagori
“Sudah kita datangi ke rumah tidak berada dirumah dan keluarga tidak mengetahui keberadaannya sehingga dianggap mengundurkan diri,” paparnya.
Teguh mengatakan, sebanyak 2 KK yang sudah siap ditempatkan ke Kabupaten Halmahera Tengah hingga saat ini sudah selesai mengikuti pelatihan yang di laksanakan BBPPMT Yogyakarta dan BLK Cilacap. Dan saat ini masih menunggu pemberangkatan ke lokasi transmigrasi.
Untuk jumlah jiwa yang akan diberangkatkan masih menunggu 1 kuota yang belum terisi serta menunggu konfirmasi dari calon transmigran dikarenakan adanya pertimbangan anak sekolah, sehingga langsung ikut berangkat atau menyusul setelah selesai sekolahnya.
TYA WIDYA













