JEPARA ( SUARABARU. ID) –Upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim terus diperkuat. Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara bersama Puskesmas Kembang melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis Partisipatori Kit dalam rangka pembentukan dan pelaksanaan Desa Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI) di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kamis (7/11), bertempat di Aula Balai Desa Tubanan.
Petinggi Desa Tubanan Untung Pramono menyatakan komitmennya bahwa Desa Tubanan siap menghadapi ancaman perubahan iklim dengan melaksanakan DEKSI secara bertahap dan terstruktur. Ia menambahkan, Desa Tubanan telah menjalankan Program Kampung Iklim (Proklim) yang nantinya akan dikolaborasikan dengan pelaksanaan DEKSI sehingga penguatan ketahanan iklim berbasis masyarakat dapat berjalan semakin optimal.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Kembang Widanar Widiharto, menyampaikan apresiasi atas langkah Desa Tubanan yang telah bergerak cepat memulai implementasi DEKSI. Ia berharap seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Kembang juga dapat mengikuti langkah yang sama agar adaptasi perubahan iklim berbasis kesehatan bisa merata di seluruh wilayah Kembang.
Sementara itu Camat Kembang Ahmad Widiyanto, S.E., M.M, meyakini masyarakat Tubanan mampu mengimplementasikan aksi adaptasi perubahan iklim sesuai pedoman DEKSI. “Desa Tubanan sudah mulai bergerak, harapannya menjadi desa percontohan bagi desa lain,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti berbagai unsur masyarakat dengan antusias, dipandu oleh tim fasilitator dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dan Puskesmas Kembang. Metode pemberdayaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, dimana peserta menggali masalah kesehatan dan lingkungan yang sensitif iklim, serta merumuskan solusi langsung di tingkat desa.
Fasilitator Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Asrori, menjelaskan bahwa Partisipatori Kit digunakan untuk membantu masyarakat mengenali permasalahan, memahami alur penularan penyakit sensitif iklim, dan menyusun rencana aksi yang dapat dilakukan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi multi pihak antara masyarakat Desa Tubanan, Puskesmas Kembang, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Kesehatan RI, dan UNICEF.
PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko, SKM., MMKes., menyampaikan bahwa output kegiatan pemberdayaan ini bukan hanya sekedar kegiatan pertemuan atau sosialisasi semata, namun memiliki target konkret dan terukur dimana diharapkan setelah proses fasilitasi ini terbentuk Tim Kerja Masyarakat (TKM) sebagai motor penggerak aksi adaptasi perubahan iklim di tingkat desa, serta tersusunnya Rencana Kerja Masyarakat (RKM) yang akan menjadi dokumen arah gerak, panduan kerja teknis, dan landasan resmi intervensi terkait upaya pencegahan penyakit sensitif iklim di Desa Tubanan.
“Dengan adanya TKM dan RKM, desa memiliki instrumen legal, terarah, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh aksi adaptasi perubahan iklim bidang kesehatan dapat dilaksanakan secara sistematis, kolaboratif, dan masuk dalam dokumen perencanaan desa sehingga mampu berjalan terus menerus meskipun berganti periode dan tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja,” ujar Hadi Sarwoko

Dengan dimulainya proses DEKSI di Desa Tubanan, Jepara tidak hanya sedang membangun ketahanan kesehatan masyarakat hari ini, tetapi sedang menyiapkan masa depan desa yang mampu bertahan, beradaptasi, dan tetap sehat menghadapi perubahan iklim. “Tubanan menjadi pesan bahwa adaptasi bukan dimulai dari forum besar, tetapi dimulai dari desa — dari masyarakatnya sendiri. Dan dari desa inilah perubahan besar untuk ketahanan iklim bidang kesehatan di Kabupaten Jepara dapat tumbuh, bergerak, dan diperluas ke seluruh wilayah,” pungkasnya.
Hadepe – Asrori













