SEMARANG (SUARABARU.ID)– Menyikapi bencana banjir yang melanda Kota Semarang, beberapa waktu lalu, Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), melalui RS Islam Sultan Agung Semarang, langsung bergerak cepat, mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Ketua Umum YBWSA, Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH pun, memberikan arahan langsung, agar rumah sakit segera melakukan langkah konkret, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.
”Segera laksanakan kegiatan yang bermanfaat, bagi masyarakat terdampak banjir. Lakukan upaya preventif, terhadap munculnya penyakit. Ini merupakan tanggung jawab kita sebagai bagian dari umat, dan perwujudan nilai-nilai Islam dalam pelayanan kesehatan,” pesan Prof Bambang, dalam keterangannya di Semarang, Rabu (5/11/2025).
BACA JUGA: APBD 2026, Ketua Komisi D DPRD : Sudah Disiapkan Anggaran untuk Lahan Pembangunan SRMA 35
Dan untuk menindaklanjuti arahan itu, Direktur RSI Sultan Agung, dr Agus Ujianto MSi Med SpB, bersama seluruh jajarannya, menginisiasi kegiatan dengan tajuk ‘Pengobatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir’.
Direncanakan, kegiatan itu akan dilaksanakan di dua lokasi terdampak. Masing-masing di Kelurahan Terboyo Wetan, Kecamatan Genuk, Kamis (6/11/2025), dan di Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Jumat (7/11/2025).
Dalam kegiatan itu, RSI Sultan Agung menurunkan tim tenaga kesehatan lengkap, yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, tenaga farmasi, serta relawan dari program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
BACA JUGA: USM Tambah Satu Lagi Doktor Sistem Informasi
Selain pelayanan pemeriksaan kesehatan, tim juga akan memberikan obat-obatan gratis dan edukasi kesehatan lingkungan pascabanjir.
”Kami ingin memastikan, masyarakat terdampak banjir tetap mendapatkan akses layanan kesehatan dengan mudah. Tidak hanya pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga edukasi agar warga memahami pentingnya menjaga kebersihan, dan mencegah penularan penyakit,” ungkap dr Agus.
Disampaikan juga, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen RSI Sultan Agung, dalam menjalankan misi kemanusiaan dan dakwah kesehatan. Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan medis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menyehatkan masyarakat, terutama di masa-masa sulit.
BACA JUGA: Pemkab Wonosobo Dukung Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Melalui Program Inpres
”RSI Sultan Agung bukan sekadar rumah sakit, tetapi juga lembaga dakwah melalui kesehatan. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, dengan membawa semangat Rahmatan lil’alamin, menjadi rahmat bagi semua. Semoga bantuan kecil ini bisa memberi dampak besar bagi masyarakat,” harap dia.
Melalui kegiatan ini, RSI Sultan Agung berkeinginan, dapat memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Hal itu sekaligus menegaskan komitmennya, untuk hadir sebagai rumah sakit Islam, yang tidak hanya melayani pasien di dalam gedung, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
”Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan hanya saat masyarakat sehat, tetapi juga saat mereka tertimpa musibah. Itulah makna sejati dari pelayanan islami,” tegas dr Agus.
Riyan











