blank
Untuk mengawali kegiatan penghijauan massal di lahan hutan Petak 7 RPH Cubluk, Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama (kanan bertopi) menyerahkan bantuan bibit Pohon Beringin.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gerakan tanam penghijauan secara massal, dilakukan untuk reboisasi dan konservasi tanah, menjaga kelestarian alam serta mengantisipasi bencana. Ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri bersama Polsek Selogiri Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Selogiri AKP Setiyono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, penghijauan massal tersebut dilaksanakan Sabtu (1/11/25), di lahan hutan milik Perhutani. Yakni di Petak-7 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cubluk, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri, KPH Surakarta.

Lokasinya berada di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Bibit penghijauan yang ditanam adalah pohon beringin (Ficus benjamina). Yakni pohon yang dapat tumbuh dalam umur ratusan tahun, mudah tumbuh di segala lahan dengan beragam kondisi tanah.

Pemilihan Pohon Beringin, karena tanaman ini cocok untuk penghijauan dalam upaya melakukan reboisasi lahan dan konservasi tanah, serta mampu mencegah bencana tanah longsor. Juga memiliki fungsi mampu menyimpan air di bawah permukaan, untuk kemudian memberikan fungsi alami memunculkan sumber mata air yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup.

Gerakan tanam penghijauan secara massal ini dipimpin Kapolsek Selogiri AKP Setiyono bersama Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sri Maryati, Camat yang diwakili Sekcam Selogiri, Wartini. Kegiatan ini, melibatkan aparat Perhutani, para relawan siaga bencana dari Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB), Perangkat Desa, warga masyarakat Desa Keloran dan Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, penanaman penghijauan secara massal ini, menjadi bentuk nyata gerakan reboisasi lahan dan tindakan mitigasi terhadap risiko bencana, serta untuk mengantisipasi ancaman pemanasan global.

Resiko

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Baik melalui pembangunan pisik maupun peningkatan kemampuan dan kesadaran masyarakat. Tujuannya, untuk meminimalkan dampak bencana, menghindarkan korban jiwa dan kerugian harta benda, maupun kerusakan lingkungan. Yang itu dilakukan melalui langkah-langkah seperti pencegahan, persiapan dan pengurangan risiko.

Ikut memberikan sambutan, Sekcam (Sekretaris Kecamatan) Selogiri, Wartini dan Kepala Desa (Kades) Sumaryanto. Gerakan tanam penghijauan secara massal ini,diawali dengan menggelar apel, dilanjutkan dengan penyerahan bibit Pohon Beringin.

Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, gerakan penanaman pohon menjadi salah satu bentuk mitigasi yang efektif. Karena, selain untuk menurunkan suhu, juga membantu menjaga keseimbangan alam dan menahan potensi ancaman bencana tanah longsor. Buah Pohon Beringin amat disenangi oleh burung.

Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, memberikan apresiasi terhadap gerakan tanam penghijauan massal tersebut. Yang pelaksanaannya melibatkan para pihak dalam sinergitas kebersamaan lintas sektor, untuk menjaga kelestarian lingkungan. Polri akan terus mendukung gerakan peduli lingkungan, sebagai bagian dari pencegahan dini terhadap potensi bencana.(Bambang Pur)