SOLO (SUARABARU.ID)– Mimpi siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cemara 2, Kota Solo, Joyce Patricia Adana Putri Bintang (10), untuk menjadi pemain sepak bola profesional dan tembus skuad Timnas Putri Indonesia, kini makin mendekati kenyataan.
Ibunda Joyce, Astrid Florensia menerangkan, awalnya hanya dirinya yang mendukung putri kecilnya itu untuk menggeluti olahraga si kulit bundar. Karena sang suami sempat melarang Joice menggeluti sepak bola.
”Saya memang mendukung dari awal perjalanan Joice, ikut sepak bola putri. Sebenarnya suami saya tidak mendukung, cewek main bola, ngapain,” ungkap Astrid, ketika ditemui di sela turnamen Milklife Soccer 2025 Series Solo, Sabtu (1/11/2025).
BACA JUGA: Jateng Tergetkan Juara Umum pada Peparpenas XI dan Tiga Besar pada Popnas XVII
Namun akhirnya sang ayah memberi izin, usai Joyce tampil cemerlang di seri pertama Milklife Soccer di Solo. ”Setelah ayahnya melihat latihan Joyce, lalu ikut series yang pertama itu langsung juara tiga, suami dan saya lebih mendukung lagi,” lanjut Astrid.
Sebelum mengikuti series Miliklife Soccer, Joyce hanya bermain bola di sekolah bersama teman-temannya. Namun, kini dirinya mulai serius menggeluti sepak bola, bahkan setiap hari berlatih.
Keseriusannya di olahraga si kulit bundar pun, mampu membawa Joice bermain di salah satu lapangan sepak bola terbaik di Indonesia, Jakarta International Stadium (JIS). Gadis cilik yang mengidolakan Lionel Messi dan Claudia Scheunemann itu, kini tak bisa jauh dari sepak bola.
BACA JUGA: UKSW Gelar 3 Kali 3 Basketball Competition 2025 Perdana di Salatiga
Joyce pun mengaku enjoy dengan kegiatan barunya ini. ”Tiap hari latihan, setelah pulang sekolah. Senin ikut Allstar Solo, Selasa dan Sabtu ikut SSB, Rabu dan Jumat privat untuk latihan fisik, Minggu pertandingan,” tutur dia polos.
Semua yang dilakukan itu, diakui Joyce, demi bisa menembus Timnas Putri Indonesia. ”Saya ingin menjadi pemain Timnas Putri Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Head Scouting Tallent Milklife Soccer Allstar Solo, Coach Maya menerangkan, dirinya mendapat pesan khusus dari Timo Scheunemann, untuk mencari bibit-bibit pemain dengan seksama.
BACA JUGA: Perempuan di Pandanharum Grobogan Ditemukan Meninggal Dunia di Sawah, Diduga Kambuh Epilepsi
”Arahan dari coach Timo, pemain harus lebih baik dari Series 1 dan 2. Jadi kalau memang lebih dari Allstar yang kemarin, kita catat. Standar kualitasnya harus meningkat, biar bisa masuk final lagi dan juara,” ujar Maya.
Saat ini dirinya telah mengantongi sejumlah nama, untuk memperkuat tim Allstar Solo. ”Sekarang sudah ada 15 nama yang kita catat, untuk bermain di KU10 dan KU12. Ini di luar Allstar,” imbuhnya.
Maya sendiri punya target, agar anak-anak asuhnya jebolan Milklife Soccer Solo Series, bisa membuktikan kualitasnya. ”Kita penginnya kembali masuk ke final. Selebihnya biar anak-anak menari di atas lapangan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Milklife Soccer Solo Series telah digelar selama tiga kali berturut-turut, setiap tahunnya. Bibit-bibit pemain sepak bola KU10 serta KU12 di Kota Solo dan sekitarnya, ternyata terbukti punya kualitas saat berlaga di Milklife Soccer tingkat lanjut.
Riyan













