JEPARA ( SUARABARU. ID)– Aula Balai Desa Karangaji, Kecamatan Kedung (31 Oktober 2025), menjadi saksi lahirnya semangat baru dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui kegiatan Desa/Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI), masyarakat Desa Karangaji bersama Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara berkolaborasi membangun kesadaran dan aksi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang mempengaruhi kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat desa , mulai dari perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, hingga perwakilan kelompok perempuan dan masyarakat rentan . Mereka aktif terlibat dalam setiap sesi diskusi dan simulasi menggunakan Participatory Kit , alat bantu partisipatif yang mendorong masyarakat mengenali potensi, masalah, dan solusi adaptif terhadap penyakit sensitif iklim seperti DBD, diare, malaria, dan ISPA.
Dalam sambutannya, Petinggi Desa Karangaji Abdillah Fadlol, S.Pd. menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan DEKSI. “Kami sangat mendukung pelaksanaan DEKSI ini. Kami ingin Karangaji menjadi desa yang waspada terhadap perubahan iklim — masyarakatnya sadar, lingkungannya tangguh, dan kesehatannya terjaga,” tegasnya.

Kegiatan DEKSI ini juga didukung oleh Kepala Puskesmas Kedung 2 melalui Kepala Tata Usaha, Nailufar Zulmi , yang menyatakan kesiapannya untuk mendampingi masyarakat Karangaji secara berkelanjutan dalam setiap tahapan pelaksanaan DEKSI . “Puskesmas Kedung 2 berkomitmen mendukung penuh upaya desa dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan tangguh terhadap perubahan iklim. Pendampingan akan terus kami lakukan agar hasil yang dicapai dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Nailufar Zulmi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, SKM, M.MKes , menegaskan bahwa DEKSI bukan sekadar program, melainkan gerakan pemberdayaan masyarakat.
“DEKSI merupakan instrumen strategis dalam membangun sistem Kesehatan, wujud aksi nyata adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak. Masyarakat sebagai penggerak utama perubahan perilaku adaptif terhadap iklim,” tutur Hadi.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan DEKSI di Karangaji menggunakan instrumen Participatory Kit, sebuah alat fasilitasi partisipatif yang membantu masyarakat mengenali potensi, kerentanan, serta solusi adaptif terhadap perubahan iklim. Melalui metode ini, masyarakat diajak untuk menggali masalah kesehatan dan lingkungan , kemudian menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM) sebagai panduan aksi adaptasi desa. Kegiatan fasilitasi DEKSI di Desa Karangaji dipandu oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, terdiri atas Hadi Wibowo, S.Kep., Ns., MM , Asrori , Rukmawati , dan Fauzia Nur Arifa Rahman serta TIM Puskeskesmas Kedung 2.
Melalui proses partisipatif ini, masyarakat diajak memahami hubungan antara iklim dan penyakit, serta membedakan perilaku adaptif dan tidak adaptif dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Warga juga berencana merancang aksi nyata seperti pengelolaan sampah, pencegahan jentik nyamuk, penyediaan air bersih, serta penghijauan lingkungan desa.

Dengan dilaksanakannya kegiatan DEKSI di Desa Karangaji, diharapkan lahir masyarakat yang sadar lingkungan, tangguh terhadap perubahan iklim, dan sehat dalam bertindak . Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi fondasi yang kuat menuju Jepara yang berketahanan iklim dan berkeadilan kesehatan bagi semua .
Kegiatan DEKSI di Desa Karangaji menegaskan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di tingkat masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kesadaran lingkungan, dan dukungan lintas sektor, Karangaji siap menjadi contoh praktik baik bagi desa-desa lain di Jepara menuju masyarakat sehat, tangguh, dan berketahanan iklim .
Hadepe – Asrori













