WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Hujan deras yang mengguyur wilayah Dusun Prumasan Desa Kalibening Kecamatan Sukoharjo Wonosobo sejak Jumat (24/10) sore hingga Sabtu (25/10) dini hari menyebabkan jalan desa setempat amblas.
Jalan yang amblas merupakan jalur utama menuju Dusun Prumasan, Desa Kalibening. Jalan yang amblas sepanjang 40 meter dengan kedalaman mencapai satu meter.
Akibatnya, akses warga menuju desa terputus dan harus memutar jauh melalui desa tetangga. Kendaraan roda 4 maupun 2, untuk sementara tidak bisa lewat di jalan tersebut.
Kepala Desa Kalibening, Sukoharjo, Mugiyono, membenarkan amblesnya jalan beton tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak siang hingga menjelang subuh.
Dia menyebutkan, kondisi itu membuat aktivitas warga terganggu karena jalur utama kini tak bisa dilalui kendaraan. Jalan yang amblas merupakan jalan beton. Beton retak dan menyebabkan jalan dalam posisi miring.
“Amblesnya jalan itu sangat merepotkan warga Prumasan yang hendak keluar desa. Mereka terpaksa memutar melalui Garung Lor yang jaraknya cukup jauh,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).
Tindakan Darurat

Meski kerusakan jalan sudah dilaporkan ke pihak Kecamatan Sukoharjo, hingga kini belum ada penanganan dari instansi terkait, termasuk dari BPBD Kabupaten Wonosobo.
Warga berharap segera ada tindakan darurat dari pemerintah daerah vkarena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju Dusun Prumasan. Saat ini dusun tersebut terisolir akibat jalan yang amblas.
“Sudah kami laporkan ke pihak kecamatan, tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjut.
Selain akses jalan putus, wilayah Dusun Prumasan diketahui juga rawan pergerakan tanah di musim penghujan,” tambahnya.
Dilaporkan Kades Kalibening, sejumlah bangunan sekolah, seperti SD dan TK di wilayah tersebut, sebelumnya juga mengalami keretakan cukup parah akibat aktivitas tanah yang tidak stabil.
“Pemerintah Desa Kalibening mengimbau masyarakat setempat agar tetap waspada. Terutama saat hujan deras turun dalam durasi panjang dan intensitas tinggi,” tegasnya.
Menurut Mugiyono, kondisi kontur tanah di wilayah Kalibening yang labil membuat ancaman longsor dan amblesnya jalan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Muharno Zarka













