blank
Ketua PB FORKI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahyanto saat sesi preskon PON Bela Diri Kudus 2025. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Ketua Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto mengungkapkan kenangan mendalamnya tentang Kota Kudus saat menghadiri pembukaan cabang olahraga (cabor) Karate pada ajang PON Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena Kaliputu, Kamis (23/10/2025).

Dalam sesi jumpa pers, mantan Panglima TNI itu mengawali pernyataannya dengan mengenang masa-masa sulit ketika Kudus menjadi salah satu wilayah paling terdampak pandemi COVID-19 varian Delta pada tahun 2021.

“Kudus adalah salah satu wilayah operasi saya pada waktu virus Delta. Saya beberapa kali ke sini, termasuk masuk ke desa-desa karena waktu itu termasuk wilayah hitam,” kenang Hadi.

Masa Sulit di Tengah Krisis Delta

Hadi menuturkan, situasi di Kudus saat itu sangat memprihatinkan. Rumah sakit penuh, pasokan obat menipis, dan oksigen sangat terbatas. Demi memastikan penanganan berjalan efektif, ia bahkan menugaskan jajaran aparat untuk berkantor langsung di Kudus.

“Saya tempatkan Pak Kapolda, Pak Lutfi, untuk berkantor di sini. Termasuk Pangdam, Pak Rudi, juga berkantor di sini untuk mengawasi langsung,” ujarnya.

Namun, di tengah tekanan besar itu, semangat gotong royong masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan wabah.

“Dengan komitmen yang kuat, Kudus berhasil keluar dari masa sulit itu. Kudus waktu itu dinyatakan bersih dari COVID-19 berkat kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat,” tutur Hadi yang kini menjabat sebagai Ketua PB FORKI.

Apresiasi untuk Warga Kudus

Kehadiran Hadi Tjahjanto dalam ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus bukan sekadar menghadiri kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi momentum nostalgia dan apresiasi bagi masyarakat yang pernah bahu-membahu menghadapi krisis nasional.

Ia menyebut, ketangguhan dan kekompakan warga Kudus menjadi teladan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat pandemi dan kini dalam menyukseskan ajang olahraga nasional.

“Saya bangga bisa kembali ke Kudus. Kota ini tidak hanya punya sejarah dan budaya yang kuat, tapi juga semangat juang luar biasa,” tutupnya.

Ali Bustomi