blank
Foto bersama Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Ratib Zaini, AP. M.Si, bersama tamu undangan dan peserta pelatihan. Foto: Agus

JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana terasa berbeda di Aula SMP Negeri 6 Jepara Jumat pagi, 10 Oktober 2025,. Denting gamelan yang dimainkan enam siswa membuka acara dengan nada riang namun sarat makna. Alunan musik tradisional itu seolah menyambut lahirnya semangat dalam dunia pendidikan Jepara.

Hari itu digelar “Berbagi Praktik Baik Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru Tahap 1 Kabupaten Jepara”. Sebuah kegiatan dari rangkaian IN 1 – ON – IN 2 pelatihan pembelajaran mendalam. Kegiatan ini diikuti sebanyak 92 guru jenjang SD, SMP, dan SMA Kabupaten Jepara dibawah bimbingan Pengajar Pembelajaran Mendalam BBGTK Provinsi Jawa Tengah yaitu Agus Prianto, M.Pd. (SMP N 1 Jepara), Shin’an Musfiqi, M.Pd. (SMP N 3 Batealit), Suraji, S.Pd.SD. (SD N 5 Balong), Sri Lestari, M.Pd. (SD N 2 Tigajuru), Hafid Endy Yusuf, M.Pd. (SMA N 1 Nalumsari), Tri Hapsari Handayani, S.Pd. (SMA N 1 Mlonggo), dan Elhan Fikriana, S.Pd. (SMP N 3 Jepara).

Selama tiga bulan, para peserta pelatihan bukan hanya belajar teori dan konsep pembelajaran mendalam. Tetapi juga praktik langsung di sekolah masing-masing. Dari tahap IN 1 yang dilaksanakan pada 22–27 Juli 2025. Tahap ON dilakukan tiga kali pada 15 Agustus 2025, 11 dan 30 September 2025 di sekolah masing-masing, hingga IN 2 pada 8–11 Oktober 2025.

blank
Kepala Disdikpora berdialog dengan peserta guru jenjang SD. Foto: Agus

Pada acara talkshow berbagi praktik baik ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini, AP., M.Si., Sekretaris Diskdikpora, Kabid PTK Disdikpora, Perwakilan BBGTK Provinsi Jawa Tengah, Pengawas SD dan SMP Kabupaten Jepara, para tamu undangan, serta seluruh pengajar dan peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Ratib Zaini memberikan apresiasi mendalam kepada semua peserta yang telah mengikuti latihan ini dengan semangat luar biasa hingga tuntas. Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara bahkan berinteraksi langsung dengan lima peserta dari jenjang SD, SMP dan SMA terkait pemahaman, pengalaman nyata dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam untuk wujudkan Delapan Profil Lulusan. Dengan nada penuh semangat, beliau berpesan agar semua guru dapat mendampingi murid dengan sepenuh hati.

blank
Berbagi praktik baik sesi 2 peserta guru jenjang SMA. Foto: Agus

“Guru harus mampu beradaptasi memanfaatkan teknologi digital secara bijak, menumbuhkan literasi, kreativitas, dan karakter positif murid dalam dunia yang kian cepat berubah,” tandasnya.

Pada acara berbagi praktik baik sesi pertama dipandu oleh  Kristiani Agustina, S.Pd. (SD N 2 Dorang). Dua guru berbagi praktik baik yang pertama, yaitu  Miski Dwi Apriliani (SD N 3 Pelang) dengan paparan “Implementasi Prinsip Pembelajaran Mendalam yang Menggembirakan pada Penjumlahan Menggunakan Stik Pelangi.”

blank
Talkshow berbagi praktik baik sesi 2 dari peserta jenjang SMP

Dengan alat sederhana, ia berhasil mengubah pelajaran matematika menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi murid. Sementara penyaji kedua,  Megashilvania (SD N 1 Ketileng) membagikan praktik “Penerapan Role Playing dan Pendekatan TPACK Berdiferensiasi”. Ia menunjukkan bahwa dengan perpaduan teknologi, kreativitas, dan diferensiasi, setiap murid dapat belajar sesuai dengan potensinya.

Selanjutnya talkshow sesi kedua dipandu oleh  Noor Rifaan, M.Pd. (SMA N 1 Welahan). Paparan pertama dari  Dwi Yunitasari, M.Pd. (SMP N 3 Kedung) yang membagikan praktiknya bertajuk “Bijak Konsumsi Melalui Detektif Aditif.” Ia mengajak murid menjadi detektif kecil yang menyelidiki kandungan bahan tambahan pada makanan sehari-hari — sebuah pembelajaran sains yang kontekstual dan menumbuhkan kesadaran hidup sehat.

Sementara paparan kedua oleh Wakid Rima Oktavianto, S.Pd. (SMA N 1 Welahan) menutup sesi praktik tentang “Asesmen sebagai Roadmap Pemahaman Mendalam.” Ia mengajak guru melihat asesmen bukan sekadar alat ukur, tetapi peta perjalanan belajar yang menuntun guru dan murid menuju pemahaman sejati.

blank
Talkshow berbagi praktik baik sesi 1 dari jenjang SD kelas rendah dan tinggi. Aghus

Dari setiap sesi, tampak jelas antusiasme peserta. Talkshow sangat menarik, tanya jawab mengalir hangat, dan semangat berbagi pengalaman terasa begitu kuat. Banyak peserta mengaku mendapatkan inspirasi dan ide baru untuk diterapkan di kelas masing-masing.

Lebih dari sekadar talkshow, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para guru, bahwa pembelajaran mendalam bukan sekedar konsep dan metode semata, tetapi tentang memuliakan murid, mengoptimalkan potensi murid, membangun relasi bermakna antara guru dan murid, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan membimbing murid menemukan makna belajar bagi kehidupannya.

Hadepe – Frida Mayferani (Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam/Guru SMP N 1 Pecangaan)