blank
Sejumlah Taruna Polimarin ikut membantu kegiatan PKM yang digelar di RW III Kelurahan Genuk, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Foto: dok/ist

UNGARAN (SUARABARU.ID)– Sebanyak 30 orang yang tergabung dalam Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, belum lama ini melaksanakan kegiatan bertema ‘Revitalisasi Lingkungan melalui Edukasi dan Implementasi Teknologi Tepat Guna Pengelolaan Sampah secara Mandiri Berkelanjutan’.

Hadir dalam kegiatan yang digelar di RW III Kelurahan Genuk, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang itu, Ketua RW III Mochammad Arifin SPdI MPd, bersama perwakilan warga dan anggota Karang Taruna RW III, Kelurahan Genuk.

Sedangkan tim PKM Polimarin terdiri dari Ketua Heri Kiswanto MSc, anggota Ngatmin MSi, Khoirotun Nafillah MSc, Purwanto MSc, dan Lia Retian Asfirah M MTr. Kegiatan ini juga melibatkan Taruna Polimarin, yang berperan aktif membantu dalam persiapan alat, pendampingan peserta, serta dokumentasi selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA: Mas Damar Ajak Pelajar Kota Magelang Bijak Pakai Medsos dan Cegah Bullying

Pada kesempatan itu, dilakukan serah terima alat pengolahan sampah dari PKM Polimarin, kepada Ketua RW III. Alat-alat itu berupa komposter, tempat sampah, meja daur ulang serta bahan baku pembuatan kompos dan ecoenzyme.

”Bantuan sejumlah alat pengolahan sampah itu, sebagai wujud dukungan terhadap pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan, di lingkungan masyarakat,” kata Heri Kiswanto.

Dalam pelatihan itu, tim PKM juga memberikan materi dan praktik langsung pembuatan kompos dan ecoenzyme, dari sampah organik rumah tangga. Selain itu juga, pelatihan pengolahan sampah plastik, menjadi produk bernilai guna.

BACA JUGA: Jejak Islam Era Brawijaya, Masjid Jami’ Wali Blitung Rembang Ditetapkan Jadi Masjid Bersejarah

Disampaikan juga, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat, dalam mengelola sampah secara mandiri. Sehingga dapat mengurangi volume sampah rumah tangga, sekaligus menghasilkan barang bernilai guna dari limbah.

”Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk membentuk sistim pengelolaan sampah terpadu berbasis komunitas,” ujarnya.

Seperti diketahui, kegiatan PKM ini didanai hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2025.

Riyan