WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Semua fraksi di DPRD Kabupaten Wonogiri, menyatakan prihatin dan menyampaikan duka mendalam atas musibah terbakarnya Pasar Kota Wonogiri. Selanjutnya, mendesak agar eksekutif segera menyikapi dengan bijaksana dan memberikan prioritas penanganannya.
Sikap fraksi itu, Senin (6/10/25), disampaikan melalui juru bicaranya masing-masing, bersamaan dengan penyampaian pemandangan umum fraksi, saat digelar rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pemandangan umum terhadap Raperda Perubahan Nomor: 8 Tahun 2023 tentang pajak daerah dan retribusi.
Untuk Fraksi PDI Perjuangan disampaikan Juru Bicara Iwan Hari Purnomo, Fraksi Gerinda Plus PAN (Jati Waluyo), Fraksi Partai Golkar (Heru Sukoco), Fraksi PKS (Iwan Susilo), Fraksi PKB Demokrat (Sugiharno),
”Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat (koalisi PKB dengan Partai Demokrat), menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran Pasar Kota Wonogiri,” tandas Sugiharno. Ini, tambahnya, menjadi pukulan berat bagi para pedagang dan pelaku UMKM yang kehilangan tempat usaha sekaligus sumber penghidupan.
”Kami Fraksi PKS, prihatin dan berduka atas musibah kebakaran Pasar Wonogiri Kota yang terjadi dinihari tadi. Semoga pada pedagang diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Juru bicara Fraksi PKS Iwan Susilo.
Solusi
Penegasan sama juga disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Heru Sukoco, yang mendesak pihak eksekutif memberikan penyikapan yang arif dan bijaksana. ”Segera dicarikan solusi jalan keluarnya,” tegas Heru Sukoco.
”Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas kebakaran Pasar Kota Wonogiri. Kami menyampaikan empati yang tulus. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan, ketabahan, serta jalan terbaik,” kata Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Iwan Hari Purnomo.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Wonogiri, Wawan Arifiyanto, menambahkan, musibah terbakarnya Pasar Kota Wonogiri, menjadi pukulan berat. ”Selagi Pasar Slogohimo yang terbakar saja belum dapat dibangun, malah ini menyusul Pasar Kota Wonogiri ikut terbakar,” jelas Wawan.
Keprihatinan senada, juga disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jateng, Joko Purnomo, yang mengaitkan dengan kondisi keuangan pemerintah yang saat ini dalam kondisi tidak baik. Sama seperti kabupaten/kota, jumlah bantuan dana pembangunan dari pusat untuk provinsi juga dikurangi.
Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, menyebutkan, Pemkab Wonogiri akan berupaya untuk meminta bantuan dana dari Pemeirntah Provinsi dan Kementerian di tingkat pusat, untuk membangun Pasar Kota Wonogiri kembali.(Bambang Pur)













