blank
Insan Bhayangkara dari Polsek Kota Wonogiri dan dari Polres Wonogiri, peduli ikut bantu angkut-angkut dagangan dan perkakas penjualan milik bakul yang lolos dari amukan jago merah.(Dok.Humas Polres Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para personel polisi dari jajaran Polsek Wonogiri Kota dan dari Polres Wonogiri, Senin (6/10/25), peduli ikut membantu usung-usung (angkut-angkut) dagangan yang lolos dari amukan api. Utamanya dagangan yang berada di lantai satu Pasar Kota Wonogiri.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, kepedulian ikut membantu angkut-angkut dagangan tersebut, sebagai kiat menyelamatkan dari amukan jago merah. Ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan sikap tanggap dan cepat serta sigap, terhadap masalah yang menimpa pedagang. Utamanya dalam menyikapi kebakaran Pasar Kota Wonogiri.
Sebagaimana diberitakan tadi, Pasar Kota Wonogiri Senin dini hari musnah terbakar. Api muncul di lantai dua sisi barat. Kemudian meluas merembet ke semua lokasi. Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, tidak kuasa memadamkan kobaran api yang makin membesar.
Awalnya, dikerahkan 7 unit mobil brandweer, terdiri atas 5 unit mobil brandweer dari Markas Induk Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kota Wonogiri, dan dua unit mobil brandweer dari Poswil Damkar di Kecamatan Baturetno Wonogiri. Upaya percepatan pemadaman, dibantu mobil brandweer dari kabupaten/kota se Solo Raya. Yakni dari Kota Surakarta bersama dari Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Boyolali dan dari Kabupaten Sragen. Total mobil brandweer yang melakukan pendaman sebanyak 20 unit.
Bersamaan dengan proses pemadaman, Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan rekayasa pemindahan arus lalu lintas. Semua kendaraan bermotor dilarang melintas di ruas Jalan Sudirman yang merupakan jalan protokol Kota Wonogiri. Ini dilakukan, demi memberikan kelancaran mobil-mobil brandweer datang pergi melaksanakan tugas pemadaman kebakaran pasar yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Nomor:12, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri.
 
Mempercepat
Para personel Polres bersama TNI dari Kodim 0728 Wonogiri, berperan aktif membantu petugas Damkar yang melakukan pemadaman. Kehadiran para personel Polri dan TNI di lokasi, tidak hanya membantu mempercepat penanganan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pedagang yang panik.
Mulai Pukul 09.00 kobaran api mulai dapat dikendalikan, dan dilanjutkan dengan proses penuntasan pemadaman serta pendinginan sampai Pukul 12.00 tengah hari, dan baru kemudian ruas jalan protokol Kota Wonogiri dibuka kembali untuk arus lalu lintas.
Pasar Kota Wonogiri memiliki 1.058 los dan 293 kios, dengan total bakul sebanyak 1.531 pedagang. Berdasarkan data sementara, sekitar 300 los dan kios di bagian belakang hingga depan pasar terdampak kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meskipun sebelumnya, sempat dipertanyakan nasib gelandangan yang tidur di dalam pasar.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan lintas instansi, yang telah bekerja keras dan bersinergi bantu-membantu dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Personel Polres Wonogiri sejak dini hari sudah kami terjunkan untuk membantu pemadaman, pengamanan area, dan pendataan serta pengaturan arus lalu lintas di ruas jalan protokol depan pasar. ”Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga, dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Kapolres.
Sikap tanggap yang diberikan institusi kepolisian, ini menjadi bentuk nyata komitmen Polres Wonogiri dalam memberikan pelayanan cepat, tanggap, dan responsif terhadap setiap peristiwa yang terjadi di masyarakat.
AKP Anom Prabowo, menambahkan, melalui kolaborasi yang cepat antara Polres, TNI, Damkar, BPBD, SAR, PMI, dan unsur Pemerintah Daerah, menjadikan penanganan kebakaran dapat berlangsung efektif dan terkoordinasi. Semua ini, mewujudkan pelayanan kepolisian yang presisi, humanis dan selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkannya. Situasi Pasar Kota Wonogiri, saat ini telah dinyatakan aman dan terkendali, namun proses pendinginan masih terus berlangsung.(Bambang Pur)