blank
Petugas Piket Polsek Selogiri bersama personel relawan SAR Wonogiri, melakukan pengantaran jenazah Tri Yatno ke rumahnya di Dusun Krisak Kulon, Desa Singodutan, memakai mobil dinas kepolisian.(Dok.SAR Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para pencari ikan di Waduk Tandon Krisak, Sabtu pagi (27/9/25), heboh oleh temuan seorang pria yang kedapatan meninggal di bagian tepi sisa perairan. Yakni berada di bagian dasar berdekatan dengan pintu pelepasan air.

Waduk Tandon Krisak, sejak beberapa hari terakhir ini dibanjiri warga yang berama-ramai mencari ikan. Ini mereka lakukan, sejak air di waduk irigasi peninggalan zaman penjajahan Jepang (1942) tersebut, berangsur-angsur mengering berkaitan dengan datangnya puncak musim kemarau.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Selogiri AKP Setiyono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, pria yang meninggal tersebut dikenali bernama Tri Yatno (55). Dia warga Dusun Krisak Kulon, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Kejadian maut yang dialami Tri Yatno tersebut, dilaporkan ke Polsek Selogiri Sabtu (27/9/25) Pukul 05.30. Lokasinya di tepi waduk yang masuk dalam wilayah Dusun Krisak Kulon RT 02/RW 05, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Petugas piket Polsek Selogiri, segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Bersama itu, Ketua Search And Rescue (SAR) Wonogiri AKP Setiyono yang menjabat sebagai Kapolsek Selogiri, menurunkan personel relawan SAR ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Tindakan evakuasi dilakukan bersama petugas Polsek dan warga masyarakat.

Angin Duduk

Pemeriksaan secara medis segera dilakukan oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas Selogiri. Bersamaan itu petugas mengumpulkan keterangan dari saksi. Yakni Saksi Sri Wahyuni (46) warga Dusun Krisak Kulon, dan Kepala Desa (Kades) Singodutan, Karsanto (53).

Hasil pemeriksaan jenazah yang dilakukan Tim Medis, menyebutkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan disimpulkan Tri Yatno meninggal karena serangan jantung mendadak. Pihak keluarga menolak mayat Tri Yatno dioutopsi, dan dapat menerima itu sebagai kematian yang disebabkan karena masuk angin duduk atau terkena serangan jantung mendadak.

Warga menyebutkan, Tri Yanto sekira Pukul 04.00 minta ke tetangganya untuk diantarkan sampai jalan setapak menuju Bendungan Waduk Tandon Krisak. Selanjutnya, Pukul 05.15, korban ditemukan tersungkur di tepi sisa perairan Waduk Tandon Krisak. Para pencari ikan yang mendekatinya, kemudian memberikan pertolongan untuk menggotongnya ke tepian.

Kejadian ini, kemudian dilaporkan Polsek Selogiri dan ditindaklanjuti dengan penanganan serta pengantaran jenazah ke rumahnya. Berkaitan ini, kepada masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri bepergian ke luar rumah, manakala kondisi kesehatannya tidak fit.(Bambang Pur)