Penegasan Muhammad Tri Wibowo yang juga menjabat Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sukoharjo ini, disampaikan saat memberikan kajian ke-Muhammadiyah-an di Masjid Faturrahman Pandean, Jetis Sukoharjo,
Tokoh masyarakat Sukoharjo, Begug Suwarman, mengabarkan, kajian tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) bersama Pengurus Ranting Aisiyah (PRA) Jetis 1 dan Jetis 2 dan Pimpinan Cabang Pemuda (PCM) Muhammadiyah Sukoharjo, Takmir Masjid Faturrahman dan Kokam Cabang Sukoharjo.
Acara ini, diawali sambutan dari Ketua PRM Jetis 1 Suryanto ST. Ini merupakan Kajian Pimpinan Muhammadiyah putaran 8 dari 17 putaran yang direncanakan. Adapun tema malam ini, adalah Pedoman Hidup Islam Warga Muhammadiyah (PHIWM) tentang Kehidupan Dalam Berbisnis.
Saya berharap bahwa Kajian pimpinan ini bisa terus berkelanjutan dengan peserta dari seluruh kader persyarikatan di kelurahan Jetis, kajian malam ini cukup sukses, paparnya. Selain itu juga diadakan penggalangan donasi buat renovasi gedung MIM (Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah) PK Sukoharjo. Hasilnya, terkumpul donasi Rp 2,5 juta rupiah.
Berbicara masalah bisnis, Ustadz Tri Widodo, minta agar mengambil pelajaran dari kehidupan Burung Elang. Satwa yang gemar melanglang angkasa ini, berani bertransformasi, berpuasa, bahkan menahan sakit yang tidak terkira. Itu dilakukan saat Sang Elang mencabuti bulu-bulunya, mencabuti kuku-kukunya, bahkan melepaskan paruhnya, demi sukses di masa depan dan hidup yang lebih lama (sampai umur 70-80 tahun).
Ustad Muhammad Triwibowo, mengharapkan, warga Muhammadiyah harus terus belajar berbisnis kepada ahlinya (orang-orang sukses). Itu sebagaimana perintah Nabi SAW kepada ahlul kufah, untuk belajar bisnis kepada sahabat-sahabat yang kaya dan pandai berbisnis.
Ketika berbisnis, diharapkan paham tentang bahaya riba, gharar, dan tadlis. Dalam berbisnis harus saling ridho (QS An Nisa : 29) dan hindari jangan sampai berbisnis mendzolimi saudara kita. Termasuk larangan berbuat fudul atau mencari-cari (kepo) terhadap resep bisnis orang lain yang sukses, tanpa keridhaan dari pemilik bisnis.(Bambang Pur)













