JEPARA (SUARABARU.ID)- Terobosan baru dilakukan oleh para pengurus RW 06 yang berada di Dukuh Tendoksari, Desa Tahunan, Kabupaten Jepara, dengan membentuk sebuah badan usaha bernama Badan Usaha Milik RW (BUMWE).

Menurut Ketua RW 06, Suhartono, dibentuknya BUMWE ini berangkat dari kegelisahan para pengurus yang melihat banyak warga menganggur dan membutuhkan penghasilan tambahan. Kesadaran inilah yang memunculkan ide segar untuk maju bersama, menjadikan kolaborasi sebagai kunci.
“BUMWE berperan sebagai penghubung antara potensi warga dan pasar yang lebih luas. Modalnya bukan uang besar, tetapi jaringan dan kepercayaan”, kata Suhartono kepada suarabaru.id Jumat (26/9/2025).
Yang unik, kata Suhartono, dalam bidang kerajinan ukir, potensi khas Jepara BUMWE membantu para pengukir mencari pelanggan. Begitu ada kesepakatan harga dan desain, pengerjaan dilakukan oleh warga Tendoksari sendiri.
“Keuntungan dari jasa perantara ini sebagian disalurkan ke zakat, infaq, sodhaqoh dan wakaf (Ziswaf), sehingga setiap transaksi yang terjadi mengandung nilai ibadah. Para pengukir yang pendapatannya kecil dan termasuk golongan fakir-miskin tetap semangat berkarya dan beramal”, sambung Hartono
Bukan hanya di sektor kerajinan ukir, BUMWE Tendoksari juga merangkul sektor pertanian. Para pemilik bibit memperoleh keuntungan lewat promosi yang dilakukan BUMWE, sementara para pekerja serabutan seperti kuli cangkul mendapatkan lapangan pekerjaan baru ketika ada permintaan penanaman bibit.
“Skema ini tidak hanya menguntungkan pemilik usaha, tetapi juga membuka peluang bagi warga yang membutuhkan penghasilan tambahan. Dengan cara ini, BUMWE menjelma menjadi ekosistem yang menghubungkan berbagai kepentingan dan potensi lokal agar saling menguatkan”.
Di bidang digital pun menjadi garapan pengurus BUMWE. Unit layanan percetakan, konveksi, dan layanan digital seperti desain logo, branding perusahaan, pembuatan website, optimasi SEO, hingga pembuatan konten kreator, video, dan live streaming YouTube menjadi bagian penting dari layanan BUMWE Tendoksari.
“Warga yang punya hajatan kini bisa menyiarkan acaranya secara langsung di YouTube agar dapat dilihat oleh keluarga dan kerabat jauh. Inovasi ini bukan hanya layanan bisnis semata, tetapi juga sarana untuk memperluas silaturahmi dan menghadirkan kebahagiaan bagi lebih banyak orang”, pungkas Hartono.
ua













