blank
Wali Kota Damar Prasetyono bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang Nanik Yunianti, bertemu dengan para ibu bersama putra-putrinya pada Program Wali Kota Merangkul di Balai Desa Kelurahan Tidar Selatan (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

MAGELANG  (SUARABARU.ID) – Seluruh elemen masyarakat di Kota Magelang diajak bergandengan tangan dalam upaya mencegah stunting.

 

Sebab, kata Wali Kota Damar Prsetyono, stunting bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh warga.

 

“Masalah stunting menjadi tanggung jawab bersama dan butuh kepedulian bersama, karena menyangkut masa depan anak-anak kita,” ujar Damar saat menghadiri forum Wali Kota Merangkul, di Balai Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Selasa (16/9).

 

Pemkot Magelang resmi meluncurkan ‘Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting)’ pada Agustus lalu. Program ini merupakan inisiatif masyarakat yang peduli terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus rangkaian upaya menekan angka stunting di Kota Magelang.

 

Damar mengungkapkan,  respons masyarakat terhadap progam genting sangat positif.

 

“Ini luar biasa, karena lahir dari gerakan mandiri masyarakat. Saya berharap angka stunting di Kota Magelang bisa segera ditekan,” ujarnya.

 

Saat ini, tercatat sekitar 570 balita stunting di Kota Magelang. Faktor penyebabnya antara lain pernikahan dini, dan kondisi ibu hamil yang belum memenuhi syarat Kesehatan dan sebagainya.

 

Selain itu, Pemkot Magelang terus melakukan intervensi langsung melalui berbagai program. Antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) intensif selama 6 bulan bagi balita dan ibu hamil di posyandu, suplementasi vitamin penambah darah bagi remaja putri. Kemudian sosialisasi dan edukasi yang diberikan oleh kader kesehatan kepada masyarakat.

 

“Selain itu, saya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Pantau tetangga yang sedang hamil, pastikan mendapat layanan kesehatan. Saya juga meminta kader agar terus aktif melakukan sosialisasi,” tegasnya.

 

Program ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Siti Sumiyati, warga Malangan, mengaku senang mendapat perhatian Pemkot Magelang.

 

“Melalui forum Wali Kota Merangkul, kami bisa berbagi pengalaman dan keluh kesah yang langsung ditanggapi Pak Wali, termasuk soal stunting,” ungkapnya.

 

Hal serupa dirasakan Anggi, warga Trunan. Ia merasakan manfaat intervensi pemerintah dalam penanganan stunting.

 

“Kami merasa lebih diperhatikan, ada tindak lanjut nyata yang kami rasakan langsung, kami dapat PMT tiap hari. Hanya masukan aja, makanan lebih variative aja,” kata ibu balita 1 tahun itu. (prokompimkotamgl)