blank
Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji (keempat dari kanan), berfoto bersama dengan peserta Halaqah Ulama dan Rakor MUI. se-Eks Karesidenan Pati, di Hall Ono Joglo Resort Bandengan, Kabupaten Jepara, Minggu (14/9/2025). Foto: dok/ist

JEPARA (SUARABARU.ID)– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Dr KH Ahmad Darodji MSi mengingatkan, posisi para ulama saat ini sangat strategis, karena menjadi lokomotif umat.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat membuka kegiatan Halaqah Ulama dan Rakor MUI se-Eks Karesidenan Pati, di Hall Ono Joglo Resort Bandengan, Kabupaten Jepara, Minggu (14/9/2025).

Halaqah yang berlangsung selama dua hari itu, menghadirkan empat narasumber, Sekretaris MUI Jateng Dr KH Agus Fathuddin Yusuf MA, Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng Dr KH Fadlolan Musyaffa Lc MA, Ketua Komisi Hukum KH Eman Sulaiman SH MH dan Anggota Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Dr KH Andi Purwono MIP.

BACA JUGA: Langgar Ijin, Satpol PP Wonosobo Segel Kafe Shaka, TKP Pembacokan Anggota TNI

Dalam paparannya, Kiai Darodji menyebut, peran ulama sangat dibutuhkan masyarakat dan umat yang mencari keberkahan. Oleh karenanya, dibutuhkan ulama yang bisa menyelami semua keinginan umat.

”Karena panjenengan semua lokomotif, maka di belakang Anda ada gerbong dan umat yang menjadi penumpang di dalamnya,” kata dia, pada acara yang juga dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Muh Tahsin, yang mewakili Bupati Jepara.

Sedangkan Plt Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Pradana Agung Nugraha, mengajak para ulama untuk lebih giat lagi berdakwah melalui media sosial. Hal itu karena, medsos saat ini telah menjadi ruang publik baru. Hampir semua aktivitas manusia, mulai dari komunikasi, bisnis, pendidikan, hingga dakwah, berpindah ke dunia digital.

BACA JUGA: Komisi A DPRD Temanggung Studi Banding ke Damkar Wonogiri

”Namun bersamaan dengan itu, media sosial juga menyimpan tantangan besar, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, fitnah, hingga provokasi, yang dapat memecah belah masyarakat dan umat,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, MUI bukan hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah).

”Melalui fatwa, dakwah, dan bimbingannya, MUI membantu menjaga moralitas publik dan mendukung pemerintah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan berkeadilan,” tutur Pradana.

BACA JUGA:

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Kabupaten Jepara, Dr KH Mashudi MAg, menyampaikan rasa keprihatinannyam atas merebaknya budaya seks bebas, kumpul kebo di daerahnya. Dia pun kemudian meminta perhatian serius dari pemerintah, untuk melakukan langkah-langkah dan adanya sebuah tindakan serius.

Alhamdulillah, di Jepara tidak jadi berdiri peternakan babi. Tetapi kami masih prihatin atas merebaknya seks bebas, kumpul kebo, pornografi dan pornoaksi yang melanda anak-anak, pemuda orang tua,” tegasnya.

Diungkapkan olehnya, pada saat yang sama, kasus pereceraian di Kabupaten Jepara pada 2024 meningkat tajam, sebesar 2.015 perceraian. Mashudi kemudian mengajak para ulama untuk bangkit, menyampaikan nasihat kepada umat, pemerintah dan para pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Prof Jawade Tanggapi Peristiwa Dugaan Penganiayaan Dokter oleh Dosen FH

”Kami merasakan masih adanya sikap-sikap arogansi dan sok kuasa dalam ber-muamalah atau berhubungan sosial. Mari kita kesampingkan, dan kita hilangkan sikap-sikap seperti itu,’’ tuturnya.

Selain Mashudi, hadir pula para Ketua MUI Kabupaten, yang menyampaikan persoalan sosial aktual yang dihadapi di daerahnya masing-masing. Ketua MUI Kabupaten Kudus yang hadir di antaranya KH Ahmad Hamdani Hasanuddin Lc MA.

Sementara itu, hadir pula Ketua MUI Kabupaten Pati Prof Dr KH Abdul Karim MPd, Kabupaten Rembang KH Ali Muhyiddin MAg, dan Kabupaten Blora Ketua Drs KH Masfuin MPd.

Riyan