blank
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo (keenam dari kanan) menerima cenderamata dari Ketua Komisi A Kabupaten Temanggung. Tempat penyerahannya dilakukan dengan mengambil latar belakang mobil bandweer di Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Komisi A DPRD Kabupaten Temanggung, Selasa (16/9/25), melakukan studi banding ke Markas Induk Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Rombongan legislator dari Kabupaten Temanggung ini, dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRD Temangggung, Andoyo. Kedatangannya di Wonogiri, bertujuan untuk mendalami tugas pokok fungsi (Tupoksi), berikut aktivitas Damkar Pemkab Wonogiri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Di Wonogiri, para wakil rakyat dari Kabupaten Temanggung tersebut, diterima Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo bersama Kabid Damkar Joko Prayitno dan Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo. Kepada rombongan Komisi A Kabupaten Temanggung, dijelaskan tentang eksistensi Damkar Kabupaten Wonogiri. Baik yang berada di Markas Induk Kota Wonogiri maupun yang berada di Pos Wilayah (Poswil) Baturetno (sekitar 45 Kilometer arah selatan Ibukota Kabupaten Wonogiri).

Usai menerima penjelasan, mereka kemudian melakukan pendalaman teknis dengan mewawancarai Koordinator Lapangan, Sriyanto Kembo, bersama para personel fire fighter (petugas pemadam kebakaran) yang piket di Markas Induk. Mereka juga menyaksikan keberadaan sejumlah mobil unit brandweer, yang senantiasa siap dalam 24 jam secara nonstop setiap harinya di markas.

Komisi A DPRD, adalah komisi yang membidangi urusan pemerintahan, ketentraman, ketertiban umum (Tibum), dan perlindungan masyarakat termasuk di dalamnya Damkar. Juga membidangi serta masalah kepegawaian serta organisasi kemasyarakatan.

Kepada Komisi A Temanggung, dijelaskan tentang Tupoksi Damkar Kabupaten Wonogiri. Yakni memberikan pelayanan permintaan bantuan pemadaman api dari masyarakat, ketika terjadi musibah kebakaran. Ini berkaitan erat dengan tugas pencegahan, penyelamatan serta penanganan bahaya yang dipicu oleh amukan jago merah dan bencana lainnya.

Lubang Botol

Selain menangani api, petugas damkar juga memiliki peran penting dalam upaya penyelamatan (evakuasi) korban dari berbagai kondisi darurat, penanganan gangguan satwa liar, hingga membantu masyarakat dalam situasi non-kebakaran, serta melakukan investigasi kejadian kebakaran.

Selama Tahun 2025, terhitung sampai Bulan September ini, Damkar Pemkab Wonogiri telah melakukan bantuan pemadaman api karena musibah kebakaran sebanyak 37 kali, Mengunduh lebah sebanyak 76 kali dan menangkap ular sebanyak 38 kali. Masyarakat memohon bantuan Damkar, karena keberadaan sarang lebah dan kemunculan ular di pemukiman, membuat takut warga.

Bersamaan itu, juga sering diminta bantuannya untuk mencopot cincin yang terlanjur sulit dilepas dari jari tangan. Bahkan pernah memberikan pertolongan saat penis seorang remaja, terjebak ke dalam lubang botol.

Bersamaan itu, Damkar Pemkab Wonogiri juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Utamanya pembimbingan teknik pemadaman api yang disebabkan oleh kompor, atau dari sumber api lainnya.

Sejumlah institusi dan sekolah, sering mengundang Tim Damkar Pemkab Wonogiri, untuk melakukan pembimbingan cara penanggulangan kebakaran. Pembimbingan dilakukan secara teori dan praktik. Beberapa lembaga pendidikan, ada yang datang ke Markas Damkar untuk melakukan kegiatan outing class.(Bambang Pur)