SOLO (SUARABARU.ID)- Jelang penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025, digelar event Bank Jateng Friendship Run (BJFR) 2025. Kegiatan yang diikuti 1.000 pelari itu, berlangsung di Komplek Taman Sriwedari Solo, Minggu (14/9/2025).
Acara ini dimeriahkan hadirnya Pasar Harmoni, untuk memanggungkan UMKM, pertunjukan kostum, lucky draw, dan hiburan musik. BJFR kali ini menjelma menjadi perayaan olahraga dan budaya.
Pelaksanaan BJFR 2025 dimulai di Komplek Taman Sriwedari, dengan berlari sejauh 5 kilometer. Rute lari membawa peserta melintasi jalan utama Kota Solo, hingga finish di Museum Taman Sriwedari.
BACA JUGA: Sepak Takraw Jepara Kawinkan Gelar Juara di BK Porprov XVII Jawa Tengah Semarang Raya 2026
Pemilihan rute tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan pelari, tetapi juga menghadirkan pengalaman khas Kota Solo, dengan lintasan yang melewati titik-titik bersejarah dan ikonik.
Dengan demikian, lintasan lari tak hanya menjadi arena berkompetisi antarpeserta, tapi juga ruang untuk menikmati keindahan kota, sekaligus merasakan atmosfer budaya Kota Solo.
Turut hadir dalam perhelatan ini, Sekda Jateng Sumarno, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An, Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro, dan Wali Kota Surakarta Respati Ardi.
BACA JUGA: Keling Gelar Jepara Bersholawat dan Doa Bersama, Ikhtiar Jaga Wilayah yang Aman, Damai dan Kondusif
Dalam keterangannya, Respati Ardi menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan BJFR 2025. Menurutnya, ajang ini tak hanya memupuk semangat berolahraga, tetapi juga mempertegas citra Solo sebagai kota yang hangat, inklusif, dan penuh keceriaan.
”BJFR 2025 ini menunjukkan, olahraga bisa jadi ruang yang fun, sekaligus mempererat persahabatan. Kami bangga, Solo bisa menjadi tuan rumah bagi acara yang menyatukan olahraga, budaya, dan masyarakat, dalam suasana penuh kegembiraan,” ujarnya.
Sementara itu, Irianto Harko Saputro menuturkan, BJFR 2025 sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda dari kompetisi pada umumnya. Ajang ini memberikan ruang bagi masyarakat, untuk menikmati olahraga dengan cara yang ringan, menyenangkan, dan penuh kebersamaan.
BACA JUGA: Mimbar Utara, Suara Rakyat Menjaga Kedaulatannya
”Bank Jateng Friendship Run selalu kami hadirkan sebagai ajang yang fun dan inklusif. Di sini, para pelari tidak hanya dituntut mengejar catatan waktu, tetapi juga diajak untuk merasakan kebebasan berlari dan merayakan persahabatan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Liem Chie An, yang berharap spirit Borobudur Marathon 2025 yang akan digelar 16 November mendatang, mampu memberikan banyak dampak ikutan. Seperti mengangkat sektor ekonomi, pariwisata, dan kebugaran masyarakat, khususnya di Solo dan Purwokerto, sebagai lokasi penyelenggaraan BJFR.
Sehari sebelum pelaksanaan, Bank Jateng juga menghadirkan The Tour bersama komunitas lari Solo, yang dipimpin Five Thirty.
BACA JUGA: Sport Tourism Masih Jadi Andalan untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
The Tour mengusung konsep Easy Run, sejauh kurang lebih lima kilometer, dimulai dari Hook Omah Sinten, Ngarsopuro, lalu melewati kawasan ikonik seperti Mangkunegaran, Balai Kota, Pasar Gede, hingga Alun-Alun Lor.
Setelah berlari, peserta menikmati pemanasan bersama, permainan interaktif, pembagian hadiah dan gimmick, serta momen kebersamaan dengan komunitas lari lokal.
Panpel sekaligus Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo menuturkan, BJFR menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, yang selalu diusung dalam rangkaian Bank Jateng Borobudur Marathon.
BACA JUGA: HUT Partai Demokrat di Blora Diwarnai Lomba Mancing
”Friendship Run kami maknai sebagai perayaan kebersamaan. Semua orang bisa berlari dengan caranya sendiri. Ada yang serius mengejar finish, ada juga yang sekadar ingin bersenang-senang. Justru di situlah letak kekuatan ajang ini. Setiap langkah menjadi bagian dari cerita bersama,” tutur Adi.
Selain pengalaman berlari, BJFR 2025 juga dimeriahkan dengan adanya Pasar Harmoni yang menghadirkan 10 tenant UMKM pilihan. Ragam kuliner khas seperti Sop Empal, Lontong Opor, Sup Senerek, serta sajian kreatif dari tenant muda, menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dan pengunjung.
Riyan













