blank
Rio Cahaya Ramadhan, siswa kelas VII SMPN 1 Mlonggo saat mengikuti Semarak Budaya Lomba Ukir Tingkat Pelajar Kategori SMP 30 Agustus 2025. Foto: Dok SMPN 1 Mlonggo

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sungguh membanggakan capaian prestasi  Rio Cahaya Ramadhan, siswa kelas VII SMPN 1 Mlonggo dalam kompetisi seni ukir di Jepara. Dalam dua tahun terakhir ini ia berhasil menyabet 6 penghargaan sebagai juara lomba ukir. Satu penghargaan Tingkat kecamatan dan lima penghargaan kategori pelajar Tingkat Kabupaten Jepara. Namun prestasi itu tidak di dapat secara tiba-tiba. Sejak Rio duduk dibangku kelas 5 SD ia telah mulai belajar mengukir pada Ayahnya yang membimbing dengan telaten.

blank
Rio Cahaya Ramadhan, bersama Ayahanda dan pembimbingnya, Sabar Muji. Foto: Hadepe

Jejak prestasi Putra pasangan Sabar Muji – Anik Zuli Yanti yang tinggal di Dukuh Ngipik RT 05 RW O11 Desa Kawak,  Pakis Aji Jepara ini dimulai saat ia masih duduk di bangku kelas 6 SD di SDN 3 Kawak. “Saya waktu itu ditunjukkan untuk mewakili sekolah ikut dalam   FLs2N Tingkat Kecamatan Pakis Aji.Alhamdulilah, berkat bimbingan guru pendamping dan Ayah,  saya berhasil meraih juara 1 dan kemudian maju Tingkat kabupaten Jepara. Disini saya mendapatkan juara II,” terangnya Rio. Prestasi ini juga membuat saya kemudian menyukai seni ukir, tambahnya.

blank
Rio Cahaya Ramadhan dan karyanya yang mengantarkan menjadi juara 1 . Foto: Dok SMPN 1 Mlonggo

Selanjutnya  ia juga berhasil meraih juara I Tingkat Kabupaten Jepara  pada  lomba seni Ukir di SMKN 2  tahun  2024 saat dilaksanakan Gelar Karya dan kemudian mendapatkan  juara 2 lomba ukir Jepara Bangkit di Taman Makam Pahlawan 2024 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir.

Prestasi Rio terus meningkat, karena dalam lomba ukir pelajar yang diselenggarakan oleh Disdikpora saat peringatan hari Pendidikan tahun 2025 ia  berhasil meraih juara 1 untuk kategori SD. Terakhir Rio juga menyebet   Juara 1 Semarak Budaya Lomba Ukir Tingkat SMP Kabupaten Jepara untuk kategori SMP yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Seni Ukir dan Yayasan Kartini Jepara bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan anggota DPR RI Dr Lestari Moedijat.

blank
Rio Cahaya Ramadhan saat menjadi Juara 2 Lomba Ukir Pelajar tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara. Foto: Hadepe

Rio yang lahir pada tanggal 29 Juli 2021 ini disela – sela kesibukannya sebagai pelajar juga sudah mulai membantu ayahnya mengukir rekal. “Namun yang utama adalah belajar,” ungkap Sabar Muji yang juga membimbing dan melatih Arsha Dwi Afdillah, siswa SDN 3 Kawak yang juga berhasil meraih juara 1 Semarak Budaya Lomba Ukir Pelajar Tingkat SD Kabupaten Jepara  tahun 2025.

Darah seni Rio Cahaya Ramadhan mengalir dari ayahandanya, Sabar  Muji seorang perajin ukir yang kini banyhak mengerjakan rekal. Sabar Muji dengan telaten memberikan bimbingan dan melatih putranya. “Dalam setiap lomba saya selalu mendampingi dan memberikan motivasi kepada   Rio,” ujar Sabar Muji dalam wawancara dengan SUARABARU.ID, Rabu (10/9-2025) pagi.

blank
Rio bersama guru SDN 3 Kawak saat berhasil raih juara II FLs2N Tingkat Kabupaten Jepara. Foto: Umrotin

Menurut Sabar Muji, anak keduanya ini memiliki minat dan bakat seni ukir. “Saya tinggal membimbing dan melatihnya agar ketrampilannya  mengukir semakin meningkat,” tuturnya. Guru pembimbing dan kepala sekolah di SMPN 1 Mlonggo juga memberikan perhatian dan motivasi khusus pada Rio, tambah Sabar Muji.

blank

Dalam wewawancara khusus dengan SUARABARU.ID,  Rio Cahaya Ramadhan mengaku ingin menjadi pengusaha ukir. “Kelak jika Tuhan buka jalan  saya ingin kuliah di perguruan tinggi yang ada jurusan seni ukir,”  harapnya.

Sementara Kepala SMPN 1 Mlonggo   Pahlurronji, S.Pd., M.Pd. mengaku bangga dengan prestasi yang di capai oleh Rio. Walaupun  baru kelas VII ia berhasil melampaui capaian  prestasi siswa kelas yang lebih tinggi,” ujarnya. Harapan kami prestasi Rio ini dapat memotivasi siswa yang lain untuk mencintai seni ukir yang telah semakin ditinggalkan oleh anak-anak muda, tambahnya.

Hadepe