blank
Muhammad Abidzar Alghifari, peserta audisi asal Balikpapan, Kalimantan Timur, berfoto bersama idolanya Mohammad Ahsan. foto: Pbdjarum

KUDUS (SUARABARU.ID) – Hari kedua pelaksanaan Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/9/2025), berlangsung semakin meriah. Kehadiran para legenda bulutangkis Indonesia seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan Mohammad Ahsan membuat atmosfer audisi semakin semarak sekaligus memberikan motivasi berharga bagi ribuan peserta muda.

Salah satunya dialami Muhammad Abidzar Alghifari, peserta asal Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia mengaku beruntung bisa bertemu langsung dengan idolanya, Mohammad Ahsan, ganda putra legendaris Indonesia.

“Senang sekali bisa ketemu Ahsan, rasanya seperti mimpi. Selama ini saya hanya bisa melihat dari televisi atau YouTube,” ungkap Abidzar penuh antusias.

Tak hanya sebatas bertemu, Abidzar juga menaruh harapan besar bisa menapaki jejak sang idola. “Semoga saya bisa berprestasi seperti Ahsan, bisa jadi juara dunia,” tambahnya optimistis.

Abidzar sendiri bukan wajah baru di ajang ini. Tahun lalu ia berhasil menembus tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2024. Kini, ia datang dengan tekad lebih besar: lolos hingga tahap akhir dan resmi bergabung sebagai atlet PB Djarum.

blank
Suasana Audisi Umum PB Djarum 2025. foto: Ist

Regenerasi Bulutangkis Indonesia

Audisi Umum PB Djarum 2025 yang berlangsung pada 8–12 September 2025 diikuti 1.729 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum sebagai komitmen menjaga regenerasi bulutangkis Indonesia melalui proses seleksi ketat dan pembinaan berjenjang.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa investasi pada talenta muda menjadi kunci keberlanjutan prestasi Indonesia di panggung dunia.

“Atlet muda adalah denyut nadi masa depan bulutangkis kita. Lewat Audisi Umum, PB Djarum membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pebulutangkis belia di seluruh penjuru negeri,” ujar Yoppy.

Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, jumlah peserta audisi tahun ini memang sedikit menurun, namun, secara kualitas justru lebih bagus.

Audisi kali ini juga diterapkan sistem kelompok usia dan tahap screening. Dengan begitu, peserta berkompetisi dengan lawan sepadan, sementara tim pencari bakat bisa lebih cermat menilai potensi sesuai kriteria.

“Kami mencari ‘berlian mentah’ yang bukan hanya berbakat secara teknis, tetapi juga memiliki semangat, daya juang, dan mental juara,” tegas Sigit.

Sementara itu, Fung Permadi selaku Koordinator Tim Pencari Bakat Putra menekankan pentingnya teknik dasar, postur fisik, hingga kecerdasan bermain. Sedangkan untuk sektor putri, Yuni Kartika menyoroti faktor postur tubuh ideal sebagai kriteria utama agar mampu bersaing di level internasional.

Audisi Umum PB Djarum 2025 juga menghadirkan sederet legenda bulutangkis nasional seperti Hendrawan, Aryono Miranat, Vita Marissa, Richard Mainaky, Maria Kristin, hingga Gloria Emanuelle Widjaja. Mereka terlibat langsung dalam memantau bakat-bakat muda yang sedang berjuang.

blank
Foto Mohammad Ahsan dan Shesar Hiren Rustavito akhirnya menghiasi Hall of Fame PB Djarum. foto: pbdjarum

Hall of Fame

Rangkaian seleksi mencakup fase screening dengan sistem gugur, berlanjut ke tahap turnamen, dan diakhiri dengan karantina empat minggu. Peserta terbaik akan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung sebagai atlet PB Djarum.

Momen spesial turut hadir dengan penganugerahan Hall of Fame PB Djarum kepada Mohammad Ahsan dan Shesar Hiren Rustavito. Keduanya dinilai layak atas prestasi gemilang, mulai dari Juara Dunia, Thomas Cup, hingga peringkat 1 dunia.

Ahsan yang resmi gantung raket pada Januari 2025 mengaku penghargaan ini menjadi kehormatan besar. Sementara Shesar atau Vito memberi pesan pada para peserta audisi untuk menjadikan ajang ini sebagai langkah awal perjalanan karier bulutangkis mereka.

Ali Bustomi