Oleh : Riki Endar Lestari,S.Pd
Senyum merekah, tawa riang, dan semangat membara. Itulah pemandangan yang menyambut pagi Jumat, 29 Agustus 2025, saat 40 siswa-siswi pilihan dari SD Negeri 1 Kuanyar berkumpul. Mengenakan seragam Pramuka Penggalang lengkap. Mereka siap menapaki petualangan baru di Perkemahan Jumat Sabtu (PerJusa) Jamran (Jambore Ranting) Mayong 2025.
Tepat pukul 06.30 WIB, dengan diiringi lambaian tangan hangat dari para orang tua, mereka menaiki truk yang siap mengangkut mimpi-mimpi kecil. Riuh nyanyian Pramuka pun memecah keheningan jalan, mengiringi perjalanan menuju Lapangan Desa Jebol, Kecamatan Mayong.

Setibanya di lokasi, tanpa ragu, tangan-tangan mungil itu bekerja sama. Barang-barang diturunkan, menuju tenda dan pagar dipasang dengan gotong royong. Semua dilakukan dengan cekatan, mencerminkan jiwa Pramuka yang tangguh dan mandiri.
Semarak Perjuangan dan Prestasi
Kegiatan dibuka dengan upacara yang khidmat, dipimpin oleh Kakak Supeno, M.Pd, selaku Ka. Kwarran Mayong. Sebanyak 45 SD se-Kecamatan Mayong turut hadir, memadati bumi perkemahan dengan seragam cokelat kebanggaan. Tepuk tangan dan sorak sorai meriah menggema, menandakan resmi dibukanya PerJusa Jamran Mayong 2025.

Setelah upacara, jiwa kompetisi mulai bergelora. Lomba Pionering menjadi ajang pembuktian pertama. Tim putra SDN 1 Kuanyar yang terdiri dari Rifqi, Zakki, dan Reihan dengan nomor peserta 11, serta tim putri yang diperkuat oleh Nabila, Zahra, dan Caca dengan nomor peserta 62, menunjukkan kekompakan dan ketangkasan mereka.
Tak hanya itu, berbagai lomba lain pun digelar, mulai dari LCC (Hana, Adelia, Hafiz dan Dude), Sandi Kotak (Al Khawizmi, Danish, Iftina dan Kamila), Semaphore (Fian, Asyifa, Dafa, dan Niswa), hingga tim Lomba Baris Berbaris. Setiap perwakilan dari 45 sekolah berjuang memberikan yang terbaik, menjadikan setiap detik di perkemahan penuh gairah dan persaingan sehat.

Malam Penuh Pesona dan Kehangatan
Saat senja mulai turun, pentas seni dimulai. Faishal, Dude, dan Seyla dari SDN 1 Kuanyar tampil memukau dengan tarian kreasi tradisional, menyedot perhatian para penonton dan tamu undangan.
Puncak kehangatan malam itu adalah upacara Api Unggun. Api yang menyala terang di tengah lapangan menjadi simbol semangat yang tak pernah padam. Kehadiran para orang tua menambah semarak suasana, membuat para peserta merasa dicintai dan didukung.
Di bawah langit bertabur bintang, para siswa SDN 1 Kuanyar berbagi cerita, tertawa lepas bersama bapak dan ibu guru pendamping, melupakan sejenak rasa lelah yang menghampiri. Malam itu, bukan hanya lelah fisik, tapi juga kenangan indah yang tak akan pernah terlupakan.

Kemenangan Adalah Bonus dari Kerja Keras
Pagi di hari kedua, Sabtu 30 Agustus 2025, diawali dengan senam sehat bersama yang energik. Setelahnya, tibalah saat yang paling dinanti: upacara penutupan dan pengumuman juara lomba. Suasana tegang bercampur haru, namun berubah menjadi pekikan suka cita saat nama SDN 1 Kuanyar disebutkan.
SDN 1 Kuanyar berhasil meraih Juara 2 Tergiat Putra dan Juara 2 Tergiat Putri untuk Daerah Binaan 3 Mayong, Senyum bangga terpancar di wajah Reihan dan Nabila sebagai pinru saat mewakili sekolah menerima piala.

“Kami bangga atas usaha keras kalian, anak-anak. Terima kasih sudah berjuang, kalian semua hebat,” ujar Suyati,S.Pd SD selaku Kamabigus SDN 1 Kuanyar dengan penuh haru. Beliau juga mengucapkan terimakasih atas Kerjasama dan kerja keras yang luar biasa seluruh bapak ibu guru dalam melatih anak anak mempersiapkan lomba, meskipun dalam berbagai kesibukan mengajar tetapi tetap setia menemani latihan.
Piala kemenangan itu bukan sekadar trofi, melainkan bukti nyata dari kerja sama, ketekunan, dan semangat juang yang luar biasa. Setelah membereskan tenda dan membersihkan sekitarnya, dengan membawa pulang piala dan segudang cerita, para siswa kembali menaiki truk pengangkut. Mereka pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan, dan siap mengukir cerita baru. Sampai jumpa di Jamran Mayong tahun depan. Salam Pramuka!
Penulis Adalah Guru SDN 1 Kuanyar













