blank
Pemateri Kartini Sapta W saat menyampaikan materi pelatihan perikanan aquaponik. Foto : SB/dok Humas PPK Ormawa FITK

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Program Griha Litera yang digagas peserta Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (BEM FITK) Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jateng menggelar pelatihan Litera Palana bidang perikanan yang mengusung tema Aquaponik sebagai solusi pertanian dan perikanan modern di Desa Banjar Kertek.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber, Kartini Sapta Widjijarti, seorang praktisi berpengalaman dalam bidang perikanan dan pertanian modern di Wonosobo.

Dalam sesi perikanan, beliau menekankan pentingnya pengelolaan pakan ikan sesuai jenis ikan serta tata cara menangani limbah agar kolam tetap bersih dan ikan tumbuh sehat.

Pada sisi pertanian, peserta diperkenalkan dengan berbagai sistem hidroponik seperti Wick System, Nutrient Film Technology (NFT) dan hingga Aquaponics.

Dari ketiga sistem tersebut, aquaponik mendapat sorotan karena menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem terpadu. Sistem tersebut sangat praktis karena tidak membutuhkan tempat yang luas.

“Kotoran ikan sekaligus dapat berfungsi sebagai nutrisi alami bagi tanaman, sehingga menghasilkan produk organik yang sehat dan ramah lingkungan. Jadi warga bisa panen sayuran sekaligus ikan,” terangnya.

Menurut Ibu Kartini, sistem aquaponik memiliki banyak keunggulan. Mulai dari lebih hemat biaya, praktis dalam perawatan, hingga mampu menghasilkan sayuran dan ikan organik.

Meski begitu, pihaknya menekankan bahwa pertumbuhan tanaman dengan sistem ini cenderung lebih lambat, sehingga diperlukan kesabaran dan konsistensi dalam pengelolaannya.

Kemandirian Desa

blank
Peserta foto bersama usai mengikuti pelatihan perikanan aquaponik. Foto : SB/dok Humas PPK Ormawa FITK

Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Beberapa dari mereka bahkan menyampaikan ketertarikan mengenai aquaponik dan siap mengembangkan di pekarangan rumahnya.

Kepala Desa Banjar Syaifudin menyampaikan program aquaponik ini bisa menjadi solusi pertanian dan perikanan yang ramah lingkungan untuk desanya.

“Kami berharap warga bisa memanfaatkan metode ini tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga untuk meningkatkan penghasilan,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM FITK Unsiq Hania Kholifatul Lukmana menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari strategi besar Griha Litera dalam membangun desa cerdas dan mandiri.

“Kami ingin masyarakat Desa Banjar memiliki keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Aquaponik ini modelnya sangat sederhana, hemat dan bisa diterapkan bahkan di lahan sempit,” ujarnya.

Dengan keterampilan baru ini, imbuh dia, pihaknya berharap muncul inovasi usaha baru di bidang perikanan dan pertanian yang bermanfaat bagi warga. Warga Desa Banjar yang sebagian berprofesi sebagai petani bisa mencoba pertanian model ini.

Pelatihan Litera Palana juga diharapkan mampu membuka jalan bagi masyarakat setempat untuk memanfaatkan teknologi budidaya modern sebagai upaya peningkatan kemandirian pangan dan ekonomi desa.

Muharno Zarka