Semarang (SUARABARU.ID) -Gantangan Karimata Arena yang berlokasi di Pasar Burung Karimata, Semarang, kembali ramai dipadati kicau mania dalam gelaran Karimata Fiesta, Minggu (31/8/2025). Antusiasme peserta sangat luar biasa, tidak hanya dari Semarang, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Demak, Kudus, Jepara, Purwodadi, Salatiga, hingga Kendal.
Gelaran ini menghadirkan 17 kelas lomba dengan kategori burung Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, hingga Anis Merah. Beberapa kelas favorit seperti Murai Batu, Cucak Ijo, dan Kacer bahkan penuh dengan peserta yang beradu kualitas suara gacoannya. Tak heran, hadiah utama berupa sepeda motor dan sepeda listrik menjadi daya tarik besar bagi para kicau mania.
Baca juga : Kapolda Jateng, Siap Siaga Menghadapi Situasi yang Cepat Berubah
Ketua panitia lomba sekaligus koordinator juri, Agam Prakoso, mengaku sempat pesimis dengan jumlah peserta mengingat di Kota Semarang hampir setiap minggu ada gelaran lomba dengan jadwal berdekatan. Namun kenyataan di lapangan membuktikan sebaliknya.
“Alhamdulillah, Karimata Arena masih dipadati kicau mania. Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Kami dari Karimata Arena akan terus berkomitmen memberikan yang terbaik untuk kicau mania,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Karimata, Jiman Riyanto, menilai lomba ini membawa dampak positif tidak hanya untuk dunia hobi burung, tetapi juga perekonomian di sekitar pasar.
“Dengan adanya lomba burung berkicau, harapan saya Pasar Karimata akan selalu ramai dikunjungi. Di mana ada keramaian, di situ ada perputaran uang,” jelasnya.
Baca Juga : Presiden Prabowo Siapkan Bantuan untuk Korban Unjuk Rasa
Lomba yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB itu berlangsung ketat. Suasana kompetisi semakin seru karena Pasar Burung Karimata dikenal sebagai salah satu pelopor gantangan burung di Kota Semarang. Menjadi juara di Karimata Arena bukan sekadar prestasi, tetapi juga gengsi tersendiri bagi para peserta.
Persaingan paling panas tersaji di kelas utama Murai Batu Fiesta. Burung-burung yang turun di kelas ini bukan sembarangan, melainkan gacoan dengan segudang prestasi dan jam terbang tinggi. Alhasil, tontonan yang tersaji begitu memukau sejak awal hingga akhir sesi.
Murai Batu Cutter milik Agus G dari Burisrowo, Demak menjadi magnet utama dalam laga kelas Fiesta, dengan gaya tarung elegan, Cutter mampu memikat juri dan penonton melalui bongkaran irama lagu yang bervariasi, ditambah durasi kerja stabil dari awal sampai akhir. Tonjolan panjang yang dibawakan keras dan jelas membuat Cutter layak menyabet gelar juara utama. Atas kemenangan ini, Agus G berhak membawa pulang hadiah sepeda motor Mio yang menjadi incaran banyak peserta.
Tak kalah membanggakan, Murai Batu Arjuna milik Riyan Rbf dari Rbf SF tampil mengesankan di kelas Elegant. Aksi Arjuna yang konsisten dan bertenaga membuatnya keluar sebagai juara pertama dan sukses menghadiahkan 1 unit sepeda listrik bagi pemiliknya.

Suksesnya gelaran ini juga tak lepas dari kerja keras tim juri Karimata Arena. Panitia menghadirkan kombinasi juri-juri terbaik Semarang yang berkolaborasi dengan juri-juri berpengalaman dari luar daerah, seperti Kudus dan Magelang. Hasilnya, proses penjurian berjalan adil, transparan, dan mendapat apresiasi positif dari peserta.

Gelaran Karimata Fiesta 2025 membuktikan bahwa Karimata Arena masih menjadi barometer lomba burung berkicau di Semarang. Selain prestise bagi juara, event ini juga mempererat silaturahmi antar kicau mania lintas daerah dan menghidupkan kembali aura Pasar Burung Karimata sebagai salah satu pusat aktivitas hobi kicau di Jawa Tengah.
Berikut data juaranya :



( Dwi_Prie)













