blank
Pengasuh Pesantren Al Huda Jetis Kutosari KH Wahib Mahfudz bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Forkompimda dan Pimpinan DPRD, Selasa 2/9.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Forkompimda serta pimpinan DPRD melakukan safari ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) besar di Kabupaten Kebumen, Selasa (2/9) 2025.

Kunjungan ini bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus mengajak para ulama dan santri untuk bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kebumen pasca-aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di Gedung DPRD Kebumen, Sabtu (30/8) siang hingga malam.

Pada safari tersebut Bupati Lilis Nuryani didampingi Kapolres AKBP Eka Baasith Syamsuri, Dandim 0709 Letkol Arm Purba Sudibyo, Ketua DPRD Saman Halim Nurrohman, Wakil Ketua DPRD Fitria Handini daan Wakil Ketua DPRD Khalisha Adelia Aziza.

blank
Pengasuh Pesanren Al Kahfi Somalangu KH Afifudin Chanif bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Forkompimda serta Pimpinan DPRD, Selasa 2/9.(Foto:SB/Prokopim)

Rombongan didampingi oleh beberapa pejabat, memulai kunjungan di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Sumberadi, pondok pesantren tertua di Asia Tenggara. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pengasuh Ponpes Al Kahfi KH Afifudin Chanif Al Hasani (Gus Afif).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lilis menyoroti fakta sebagian besar peserta aksi anarkis adalah remaja yang belum memahami tujuan dan risiko dari tindakan mereka.”Banyak yang masih anak-anak, Gus Afif. Mereka belum tahu apa yang jadi tuntutan. Istilahnya melakukan tindakan tanpa tahu tujuan dan risikonya,”jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gus Afif yang jiuga Rois Syuriyah PCNU Kebumen itu menegaskan, santri di pondoknya memiliki aturan ketat dan tidak diizinkan keluar malam. Sikap ini diamini oleh Bupati Lilis yang mengimbau seluruh warga Kebumen untuk memahami pentingnya menjaga ketertiban.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Forkompimda dan Pimpinan DPRD bersama Pengasuh Pesantren Al Falah Somalangu Wetan, Selasa 2/9.(Foto:SB/Prokopim)

Kunjungan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Al Falah Sumberadi. Di sana, rombongan disambut oleh Gus Ulvi Musyaffa’ dan KH Faiq Musyaffa’. Gus Ulvi memastikan, santri di ponpesnya tidak ada yang terlibat dalam aksi unjuk rasa.”Insyaallah santri kami tidak ada yang ikut demo. Kami penjagaannya ketat,”tegasnya.

Gus Ulvi juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut dan menyatakan komitmen ponpesnya untuk bersinergi dengan pemerintah.

“Di sini kita berkumpul untuk menyatakan sinergitas agar Kebumen damai, aman, tenteram, dan sejahtera. Tidak ada kerusuhan lagi, tidak ada demo lagi. Kita bersama-sama menjaga kondusivitas dan saling merangkul,”tutur Gus Ulfi.

Berikutnya rombongan berkunjung ke Pondok Pesantren Al Huda Jetis, Kutosari. Kedatangan Bupati dan Forkopimda disambut oleh pengasuh Ponpes KH Wahib Machfudz (Gus Wahib).

Gus Wahib mengungkapkan keprihatinannya terhadap aksi anarkis yang terjadi dan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas.”Menyampaikan aspirasi boleh, tapi jangan terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang tidak menginginkan perdamaian hingga berujung anarkis,”imbaunya.

Gus Wahib menambahkan, tindakan anarkis tidak mencerminkan identitas warga Kebumen yang terkenal dengan slogannya, “Kebumen Beriman” dan mayoritas warganya tergolong agamis.

Selain tiga pondok tersebut, Bupati dan Forkopimda juga bersilaturahmi ke kediaman KH Muntaha Mahfudz, pengasuh Ponpes Salafiyah Wonoyoso, dan ke kediaman KH Nashiruddin Al Mansyur, pengasuh Ponpes At Taqwa Jetis, Kutosari.

Komper Wardopo