WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Sejumlah warga Watumalang Wonosobo menanam pohon pisang dan salah pondoh di tengah jalan yang menghubungkan Desa Watumalang-Wonosroyo.
Penanaman pohon pisang dan salak tersebut sebagai bentuk protes warga karena kondisi jalan yang rusak parah dan sudah berlangsung selama puluhan tahun tidak diperbaiki.
Kepala Desa Mutisari Watumalang Mahyatun, Senin (1/9/2025), menyebut jalan tersebut merupakan ruas jalanan kabupaten yang menghubungkan wilayah Desa Watumalang dan Desa Wonosroyo Watumalang Wonosobo.
“Jalan tersebut terakhir dibangun pada tahun 2008. Saat ini kondisi jalan rusak parah dan sulit dilewati pengguna jalan. Jalan berlubang karena aspalnya telah nglotok. Jika hujan turun lubang tersebut tergenang air dan sangat berbahaya jika dilewati pengguna jalan,” keluhnya.
Salah satu tokoh Desa Watumalang Abdul Rohim meminta,
“Kami warga Desa Watumalang merasa dianaktirikan karena jalan penghubung Desa Watumalang menuju Desa Wonosroyo kondisinya dibiarkan rusak parah,” tegasnya.
Warga mengaku sudah berpuluh-puluh tahun bersabar dengan kondisi ini. Tapi hari ini kami warga masyarakat Watumalang melakukan aksi simbolik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai wujud protes warga.
“Karena itu kami berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo untuk segera memperhatikan kami masyarakat yang terletak di perbatasan dengan kabupaten lain, ” tuturnya.
Warga merasa malu dan iri dengan Kabupaten tetangga yakni Banjarnegara yang kondisi jalannya jauh lebih baik. Sementara jalan di Watumalang Wonosobo dibiarkan rusak begitu saja tanpa dibangun.
“Karena itu, kami berharap agar Pemda segera tanggap terhadap aspirasi kami yang jauh dipinggiran ini. Tolonglah agar jalan Watumalang segera dibangun,” pintanya.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Watumalang, Hasan Barsino menambahkan penanaman pohon pisang di jalan merupakan aksi spontan warga karena jengkel kondisi jalannya rusak parah dan sampai saat ini tidak dibangun-bangun.
Mohon Perhatian
“Kami berharap segera ada perhatian dari pemerintah. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan. Karena jalan tersebut sangat penting untuk mendukung perekonomian warga setempat,” tegasnya.
Anggota DPRD Wonosobo asal Watumalang, Suwondo Yudistiro merasa sangat prihatin dan turut merasakan apa yang dirasakan oleh warga yang kondisi jalannya sudah sangat buruk. Kondisi tersebut sangat mengganggu para pengguna moda transportasi.
“Saya rasa wajar jika masyarakat mengekpresikan kejengkelannya dengan menanami pohon pisang di jalan yang menghubungkan Desa Watumalang dengan Desa Wonosroyo tersebut,” ungkapnya.
Pihaknya juga sudah berkali-kali meminta kepada Pemda Wonosobo agar ruas jalan yang rusak dan tinggal sekitar 1,5 km tersebut diprioritaskan pembangunannya. Tetapi karena adanya efisiensi maka jalan tersebut sampai sekarang belum dibangun.
“Saya meminta agar Dinas PUPR Wonosobo segera bergerak cepat merespon protes masyarakat tersebut agar tidak menjadi bola liar. Saya minta untuk pembangunan jalan di Watumalang untuk bisa dianggarkan pada APBD 2026 yang akan datang,” tegasnya.
Diusulkan Suwondo, jalan itu harus masuk skala prioritas pada tahun 2026 karena memang kondisinya sudah rusak parah. Syukur di akhir tahun ini bisa dilakukan pemeliharaan agar kondisinya tidak semakin parah,” pinta dia.
Menurutnya, jalan yang rusak sangat menganggu aktifitas ekonomi warga setempat. Aktifitas perekonomian masyarakat setempat yang mayoritas sebagai petani salak sangat berharap jalan bisa dilalui dengan lancar.
“Saya minta masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusifitas desa. Karena saat ini sedang ada aksi protes di mana-mana yang bisa mengancam persatuan bangsa. Insya Allah aspirasi masyarakat akan terus saya kawal. Yakinlah pemerintah tidak akan tinggal diam dan terus mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada,” paparnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo Nurudin Ardiyanto mengatakan ruas jalan Watumalang-Wonosroyo tersebut selama beberapa tahun ini terus diikhtiarkan secara bertahap untuk dibangun.
“Sebenarnya jalan yang rusak tinggal tersisa 1,5 kilometer yang belum tertangani. Di tahun 2026 nanti, jalan yang rusak parah tersebut, sedang diupayakan untuk dibangun. Pemkab Wonosobo tengah mempersiapkan anggarannya,” tegas dia.
Muharno Zarka













